SEMARANG, lpmedukasi.com – Sinar matahari yang menyengat tidak menyurutkan langkah para pekerja dan massa aksi May Day 2026 yang digelar di depan Gedung DPRD Kota Semarang pada Jumat (01/05/2026). Aksi berlangsung tertib, tanpa insiden kekerasan maupun penggunaan gas air mata.
Jumlah massa aksi diperkirakan mencapai ribuan peserta yang terdiri dari berbagai elemen Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) dan Aliansi Mahasiswa Semarang Raya. Salah satu mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung menyebutkan bahwa jalannya aksi relatif sesuai dengan rundown acara dan tidak banyak mengalami penyimpangan dari rencana yang telah disusun.
"Kegiatan berjalan sesuai rundown, tidak terlambat, dan pelaksanaannya tepat waktu," tambahnya.
Para peserta aksi menyuarakan berbagai tuntutan melalui orasi secara lantang, disertai alunan musik yang menambah semangat perjuangan di tengah cuaca panas. Meski kondisi terik, peserta tetap bertahan mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Salah satu peserta, Dika dari Universitas Diponegoro, juga menegaskan bahwa aspirasi dapat disampaikan tanpa kekerasan dan tetap dalam koridor yang damai.
"Aksi tidak harus disertai kekerasan, justru sebaiknya kita menyampaikan orasi dengan cara yang baik dan sopan," ungkapnya.
Di sepanjang lokasi aksi, tampak berbagai spanduk dan poster dibentangkan oleh peserta yang berisi beragam isu dan tuntutan buruh, mulai dari persoalan upah, keterlambatan gaji, hingga hak-hak pekerja yang dinilai masih kurang diperhatikan.