SEMARANG, lpmedukasi.com – Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) bersama elemen serikat pekerja lainnya, seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tengah dan Federasi Serikat Buruh Seluruh Masyarakat (F-SB SEMAR), kembali turun ke jalan untuk memperjuangkan hak-hak buruh dalam aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Aksi massa ini berpusat di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat (01/05/2026) pukul 14.00 WIB.
Ratusan massa tampak antusias dan tetap bersemangat meskipun cuaca begitu terik. Terik aspal jalanan dan guyuran keringat seolah tidak menjadi penghalang bagi massa untuk tetap bertahan, dengan mengepalkan tangan sembari mendengarkan orasi dalam menuntut keadilan yang selama ini diperjuangkan.
Dalam aksi yang berlangsung, beberapa perwakilan elemen pekerja secara bergantian menaiki mobil komando untuk menyampaikan tuntutannya. Salah satunya adalah Nurul Uyun selaku Wakil FSPIP (Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan).
Dalam pernyataannya, ia mewakili FSPIP dan menekankan empat poin utama tuntutan, di antaranya:
- Penghapusan sistem kerja kontrak atau outsourcing. Sistem ini dianggap merugikan karena membuat status kerja buruh menjadi tidak pasti.
- Tolak union busting. Buruh menuntut kebebasan berorganisasi tanpa rasa takut dipecat atau dimutasi hanya karena memperjuangkan hak-hak rekan kerjanya.
- Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Buruh mendesak pemerintah untuk menciptakan regulasi baru yang lebih adil.
- Sama merek, sama kerja, sama upah. Tuntutan ini menegaskan bahwa buruh yang bekerja di perusahaan dengan merek yang sama dan melakukan jenis pekerjaan yang setara berhak mendapatkan upah yang sama, tanpa perbedaan karena senioritas atau alasan lainnya.
Ia juga menyampaikan harapan kepada pemerintah agar dapat merealisasikan janji-janji yang telah disuarakan bertahun-tahun demi kesejahteraan buruh.
"Pemerintah sudah pasti tahu bagaimana kondisi buruh saat ini. Sudah seharusnya menepati janji untuk kesejahteraan buruh dan memberi keadilan dengan merealisasikan poin-poin tuntutan," tegasnya.
Nurul Uyun juga menyampaikan pesan kepada rekan-rekan buruh lainnya untuk turut berperan dalam memperjuangkan hak-haknya.
"Setiap tahun saya ikut serta dalam aksi. Jika diperhatikan, massa aksi setiap tahunnya semakin bertambah. Saya berharap rekan-rekan buruh lainnya dapat memperjuangkan suara demi memperoleh kesejahteraan, karena masih banyak di luar sana yang belum terlibat aktif dalam perjuangan kita," tutupnya.