SEMARANG, lpmedukasi.com – Semarang, lpmedukasi.com – Aksi May Day yang digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Jumat (01/05/2026), diwarnai penampilan seni dari band Kaukab and Friend sebagai salah satu bentuk penyampaian aspirasi di tengah jalannya demonstrasi.
Menurut keterangan vokalisnya, Anjani, band tersebut terbentuk secara tidak sengaja dari kalangan santri Ubaidillah yang kerap dijuluki "santri bajingan". Ia menjelaskan bahwa lagu-lagu yang dibawakan terinspirasi dari berbagai peristiwa dan musibah yang terjadi pada tahun sebelumnya. Penampilan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan pihak demonstran.
"Penampilan musik ini sudah kami koordinasikan sebelumnya dengan beberapa pihak demonstran, jadi kami memilih lagu yang sesuai," ungkapnya.
Di tengah penampilannya, salah satu anggota band turut membacakan puisi yang menyoroti berbagai isu sosial di Kota Semarang, sekaligus mengkritisi respons pemerintah daerah yang dinilai belum optimal dalam menangani sejumlah persoalan masyarakat.
Salah satu peserta aksi, Fauzi dari Universitas Diponegoro (Undip), menilai bahwa penyampaian aspirasi melalui seni merupakan cara yang lebih elegan namun tetap efektif dalam menyuarakan isu-isu penting, meskipun sebagian bersifat nasional.
"Penyampaian lewat seni seperti ini menurut saya lebih elegan, tapi tetap menyampaikan pesan yang kuat. Kami berharap pemerintah bisa lebih terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Zikra dari Undip yang menilai pendekatan seni dalam aksi ini sebagai pembaruan dalam penyampaian aspirasi.
"Di tahun-tahun sebelumnya, sepertinya memang jarang ada panggung seni dalam aksi seperti ini," ungkapnya.
Ia pun berharap adanya tindak lanjut dari pemerintah terhadap berbagai tuntutan yang disampaikan para peserta aksi.