Jejak di Tanah Rantau

 

(ilustrasi edit from canva)

Ia pergi bukan karena ingin
melainkan karena mimpi memanggil
meninggalkan rumah yang hangat
dan rindu yang tak sempat diucap
demi masa depan yang ingin digenggam

Tanah rantau mengajarinya bertahan
menyimpan sepi, menahan lelah
mengukir sejarah sebagai sarjana pertama keluarga
menjadi harapan yang tak boleh padam

Langkahnya kadang goyah
tapi ia belajar bangkit tiap jatuh
menyulam doa dengan usaha
mengubah air mata menjadi tekad

Di kamar-kamar sepi, ia belajar
di lorong-lorong asing, ia bertahan
setiap lembar buku menjadi saksi
bahwa mimpi harus diperjuangkan

Hari-hari berat datang silih berganti
tapi ia percaya pada proses dan waktu
bahwa gelar itu bukan sekadar nama
tapi bukti perjuangan dan pengorbanan

Hingga suatu hari ia pulang
dengan gelar di tangan, bangga di hati
membawa harum nama keluarga
dan membuktikan, mimpi itu nyata


Penulis: Dwi Rahayu

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak