Jangan Terus Pendam Masalah, Mending Journaling Aja

Dok. Google


Beberapa orang memilih diam ketika dihadapkan oleh sebuah permasalahan. Alasannya, tak ada sosok terpercaya untuk dijadikan tempat bercerita. Hal tersebut terjadi karena muncul kekhawatiran yang berlebihan seperti ketakutan dianggap lemah, mendapat respon diluar ekspektasi, bahkan timbulnya trauma berupa sulitnya percaya kepada orang lain.

Pada situasi tersebut, sebagian individu akan lari menghubungi psikolog atau layanan konselor seperti yang dialami penulis. Lantas, apakah solusi telah didapatkan? Ya. Namun ada sebuah saran yang sangat ingin kubahas ketika seseorang berada dalam situasi enggan bercerita tentang permasalahan yang dialami kepada siapapun, yaitu melakukan journaling.

Pertama, apa itu journaling? Dalam dunia psikologi, journaling bisa disebut juga sebagai kegiatan menulis diary. Kegiatan tersebut merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran dengan cara menulis kegiatan sehari-hari di kertas. Journaling dapat membantu kita merefleksikan diri atas apa yang telah dialami, bahkan dapat digunakan untuk melihat sisi lain dari sebuah masalah.

Menurut psikolog terkemuka di bidang expressive writing, Dr. James Pennebaker,  journaling dapat menurunkan tingkat depresi serta meningkatkan kualitas sosial hubungan manusia. Selain itu juga berguna bagi kesehatan karena meningkatkan sel imun, menurunkan tekanan darah tinggi, bahkan meningkatkan kualitas tidur seseorang. Kreativitas menulis kita tentunya akan ikut terasah.

Journaling membuat kita bebas mencurahkan apapun. Segala pemikiran negatif akan tersalurkan. Sebab, memendam sebuah permasalahan itu sendiri justru berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Psychosomatic Research menyebutkan jika memendam emosi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. Kemudian dari segi psikis, emosi negatif yang tak tersalurkan dapat berubah ke tahap depresi.

Lalu, bagaimana caranya memulai journaling? Berikut beberapa tipsnya :
  • Tentukan topik
Sebenarnya kamu dapat menuliskan apapun ke dalam catatan harianmu. Bisa aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Semua hal yang mengganggu pikiran juga boleh dituangkan di sana.
  • Refeksikan isi pikiran
Pikirkan kembali poin-poin apa saja yang hendak ditulis, lalu tulis semua tanpa perlu terburu-buru
  • Buat kesimpulan
Di akhir catatan, buat kesimpulan dari semua  yang sudah diungkap ke dalam tulisan. Tahapan ini akan membantu kita menemukan hal-hal yang tidak kita sadari.
Luangkan Waktu
Terakhir, pastikan menyediakan waktu tiap harinya untuk menulis. Cara ini akan menjadikan metode journaling semakin efektif.

Dengan demikian, melakukan journaling diharapkan mampu menjadi sarana berekspresi siapapun tanpa perlu cemas pada pendapat orang lain. Selain menjaga kesehatan mental, kepekaan terhadap diri sendiri akan cenderung meningkat. Kita juga akan menyadari bahwa banyak hal kecil yang dapat disyukuri dalam hidup ini.


Penulis : Erika (Kru Magang 21)

Editor : Udin

Posting Komentar

0 Komentar