Selenggarakan Leadership Motivation, DEMA Hadirkan Hanif Dhakiri


Semarang, EdukasiOnline--Rabu (20/3) acara Leadership Motivation yang diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) berlangsung di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Acara dimulai pukul delapan pagi sampai tengah hari. Acara ini bertemakan “Menuju Satu Juta Entrepreneur Muda Indonesia” dengan membuktikan keajaiban pilihan bawah sadar kekuatan hati dan kemustajaban Kalimat Allah.

Melibatkan 950 orang dari warga UIN maupun luar seperti UMKM, siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) RAYA Semarang. Acara ini dihadiri oleh Yanuar Prihatin selaku motivator Cahaya Sekolah Kehidupan (CSK) dan Menteri Ketenagkerjaan, Hanif Dhakiri. Serta acara ini juga menghadirkan Guest Star, yaitu Said Bajuri, Ifan Govinda, Tommy Kurniawan, dan Jerico.


“Acara ini bertujuan untuk menciptakan entrepreneur muda, dan memberikan semangat dan motivasi mahasiswa agar berpikir kritis dan idealis, serta dapat memberikan pandangan yang baru atau inovatif untuk mahasiswa yang senior.” Ucap Afifudin selaku ketua panitia.


Dalam acara ini, Hanif Dhakiri juga menyampaikan persaingan era saat kini.“Dunia ini terus berubah, kita harus jadi pribadi yang responsive agar bisa memenangi persaingan dengan terus belajar dan bekerja keras diatas tangga”. Beliau juga mempercayai bahwa kerja keras akan menghasilkan prestasi dan kebaikan akan menghasilkan keberkahan.


Peserta seminar juga diberikan hiburan berupa tarian bersama Yanuar Prihatin, lalu menyanyi bersama Ifan Govinda dan Tommy Kurniawan. Ditutup oleh Hanif Dhakiri dengan menyanyikan lagu dari seventeen yang berjudul “Kemarin”.


Harapan dari Afif sendiri selain dapat memberikan motivasi kepada peserta yang hadir dengan diselenggarakannya acara ini, ia juga berharap agar UIN Walisongo Semarang dapat lebih  dikenal luas oleh masyarakat. Dan sebelum menutup perjumpaan beliau berpesan bahwa “Kerja keras, kreatif, inovatif, kalau tidak kerja keras dan ulet tidak akan tumbuh dan kalau tidak reatif dan inovatif tidak akan berkembang.” pungkas Menteri Ketenagkerjaan, Hanif Dhakiri.(Edu_On/Shf)

Posting Komentar

0 Komentar