SEMARANG, lpmedukasi.com – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edukasi bersama LPM Frekuensi menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) hari kedua, Sabtu (31/10/2026), di Gedung Teater ISDB, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Pada hari kedua dan ketiga, kegiatan ini juga diikuti peserta dari LPM Missi. Widodo Febri Utomo dari Pandu Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI hadir sebagai pemateri ketiga.
Dalam sesi berjudul “Desain dan Layout dalam Jurnalistik: Dari Informasi Menjadi Komunikasi Visual”, Widodo memaparkan perbedaan antara desain, layout, dan seni. Menurutnya, fungsi utama desain adalah menyampaikan pesan, berbeda dengan seni yang mengutamakan estetika terlebih dahulu.
“Kalau seni adalah estetika, lalu setelah itu pesan di dalam estetika. Kalau desain, pesannya dulu baru estetikanya. Jadi, selama pesan itu bisa disampaikan dengan cepat pada pengguna, maka itu adalah desain,” ungkap Widodo.
Ia menambahkan, layout berkaitan dengan pengaturan tata letak, misalnya pada halaman majalah. Agar pesan tersampaikan dengan baik, Widodo membagikan lima prinsip dasar desain yang perlu diterapkan, yakni hierarki visual, kontras, proximity, koherensi, dan identitas.
Selain itu, Widodo menekankan dua jenis desain, yaitu simetris dan asimetris, serta pentingnya ruang kosong (white space). Halaman, katanya, tidak boleh langsung diisi penuh dengan gambar dan tulisan. Harus ada ruang yang cukup agar pembaca dapat fokus pada isinya.
Tidak hanya teori, peserta juga dibekali kiat praktis desain. Widodo merekomendasikan situs Color Hunt untuk memudahkan pemilihan kombinasi palet warna. Untuk membuat layout majalah, ia memperkenalkan Design Craft, aplikasi tata letak yang dinilainya lebih mumpuni daripada Microsoft Word. Sebagai panduan lanjutan, peserta juga diberi tautan tutorial YouTube mengenai aplikasi tersebut.
Di akhir sesi, Widodo mengingatkan peserta agar tidak melupakan tujuan utama desain.
“Yang dipikirkan adalah bagaimana pesan itu lebih cepat sampai ke pengguna atau audiens,” tuturnya.
Penulis: Aqilla Daffa Azzahra
Editor: Zidni Rosyidah
