LPM Edukasi Suara Kritis Mahasiswa & Masyarakat — UIN Walisongo Semarang
Iklan E-Paper LPM Edukasi

Ajak Peserta Praktik Langsung, Baihaqi Annizar Paparkan Teknik Penulisan Berita

Baihaqi Annizar menyampaikan materi teknik menulis berita dalam PJTD, Sabtu (31/10/2026). Doc. LPM Edukasi

SEMARANG, lpmedukasi.com – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edukasi bersama LPM Frekuensi menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) hari kedua, Sabtu (31/10/2026), di Gedung Teater ISDB, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Pada kegiatan ini, Baihaqi Annizar, wartawan Jateng Today sekaligus kontributor Tirto.id, hadir sebagai pemateri kedua dengan membawakan materi teknik menulis berita.

Dalam sesinya, Baihaqi menjelaskan pentingnya memahami unsur dasar berita, yakni 5W+1H (what, who, where, when, why, dan how). Ia juga mengajak peserta mempraktikkan penulisan berita secara langsung dengan menjadikan kegiatan PJTD sebagai bahan pemberitaan.

Baihaqi menegaskan bahwa berita harus berlandaskan fakta dan disampaikan secara objektif, bukan opini. Ia turut menguraikan jenis-jenis berita, seperti straight news, in-depth news, dan feature. Dalam pelatihan ini, peserta difokuskan pada penulisan straight news yang mengutamakan kecepatan dan aktualitas informasi.

Selain itu, ia memaparkan pentingnya menentukan kelayakan isu dan angle (sudut pandang) sebelum menulis berita. Menurutnya, jurnalis perlu mempertimbangkan aktualitas, fakta, dampak, serta kepentingan informasi bagi masyarakat.

Dalam proses peliputan, Baihaqi memperkenalkan tiga metode pengumpulan informasi, yaitu riset data, observasi, dan wawancara. Ia juga mengajarkan struktur berita berpola piramida terbalik, yakni menempatkan informasi terpenting di bagian awal agar pembaca segera memahami inti pemberitaan.

“Baca judul plus lead pertama, itu orang sudah paham dan kadang enggak perlu melanjutkan beritanya,” jelas Baihaqi.

Di penghujung sesi, Baihaqi turut mendorong peserta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana belajar menulis. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hasil tulisan tetap perlu diperiksa dan disunting oleh jurnalis.

“Pengendali utamanya itu tetap jurnalis, bukan dari mesin AI-nya,” tegasnya.

Penulis: Anggi Putri Ramadhani
Editor: Zidni Rosyidah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak