Kostum Tari Saman yang Menarik Curi Perhatian Penonton di Harlah PAI ke-56

 

Mahasiswi mengenakan kostum khas saat membawakan tari Saman dalam rangkaian pra-acara Harlah PAI ke-56, di panggung PAI Bershalawat, Jumat (25/9/2026). Doc. LPM Edukasi

SEMARANG, lpmedukasi.com – Salah satu rangkaian pra-acara di malam puncak Harlah PAI UIN Walisongo ke-56, Jumat (25/9/2026), menampilkan tari Saman di depan Gedung Dekanat FTIK, Kampus 2, UIN Walisongo Semarang. Tari Saman ditampilkan oleh 16 mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang direkrut melalui proses open recruitment.

Sovi Rahmania Renata, mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam yang mengikuti tari Saman, mengatakan bahwa pendaftaran relawan tari Saman dilakukan melalui Google Form, dan persiapannya berlangsung sekitar sepuluh hari.

"Latihan tari Saman dilaksanakan selama sepuluh hari, dari jam empat sampai Magrib. Kalau waktu weekend, dari jam satu sampai jam lima sore. Selama latihan memang capek, tapi itu memang dari awal sudah jadi konsekuensi," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan oleh mahasiswi lain yang mengikuti tari Saman, Zahra Putri Nabila, dari Prodi Pendidikan Agama Islam. Ia mengaku merasa capek, namun tetap senang bisa ikut berpartisipasi dalam Harlah Pendidikan Agama Islam ke-56.

"Capek poll, tapi senang sekali, soalnya ini semester terakhir bisa ikut berpartisipasi, jadi agak bersedih juga," ucap Zahra.

Penampilan tari Saman dengan kostum yang mencolok turut menjadi perhatian penonton, salah satunya Nadia Khoirun Navila, mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam semester 5.

"Setelah menyaksikan penampilan tari Saman, saya terkesan dengan kostum yang digunakan. Sangat menarik, sehingga saya tertarik untuk menyaksikan penampilannya," ujarnya.

Di balik kostum yang menarik, penampilan tari Saman kali ini juga menyisakan sedikit catatan.

"Menurut saya, penampilan tari Saman yang tadi ditampilkan sudah menarik perhatian penonton, akan tetapi penampilannya masih kurang maksimal. Ada sedikit kekurangan, yaitu perihal kekompakan peserta tari Saman," tambahnya.

Untuk Harlah Pendidikan Agama Islam ke depannya, Zahra berharap acara serupa dapat berjalan lebih baik, dengan seluruh mahasiswa PAI diwajibkan ikut meramaikan.

"Semoga Harlah Pendidikan Agama Islam ke depannya bisa lebih baik, dan seharusnya anak PAI diwajibkan untuk nonton juga, apalagi ini acara prodi, agar tidak sia-sia mengundang bintang tamu," tutupnya.

Reporter: Anida Mauniyah
Editor: Zidni Rosyidah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak