Semarang, lpmedukasi.com – Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang menyelenggarakan rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada 18 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Unit Kegiatan Khusus (UKK), organisasi, dan komunitas kepada mahasiswa baru (maba) sekaligus membantu mereka mengenali wadah yang sesuai dengan minat dan bakat.
Salah satu panitia bagian keamanan menjelaskan bahwa tujuan utama Expo adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat berbagai organisasi dan unit kegiatan yang difasilitasi oleh kampus.
“Harapannya, mahasiswa baru tidak hanya ikut-ikutan atau sekadar mengikuti alurnya, tetapi benar-benar mengenal dan mengeksplorasi organisasi seperti UKM dan UKK,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan utama dalam pelaksanaan Expo adalah mengondisikan jumlah mahasiswa baru yang cukup banyak, terutama karena beberapa kegiatan berlangsung di lapangan. Panitia berupaya menjaga kelancaran acara melalui koordinasi antar-divisi dan tindakan cepat ketika terjadi kendala.
Di sisi lain, kondisi kebersihan menjadi salah satu sorotan dalam pelaksanaan kegiatan. Sampah terlihat berserakan di area lapangan setelah kegiatan berlangsung.
Menurut Bunga, salah satu peserta PBAK, mahasiswa baru perlu memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka gunakan.
“Harusnya mahasiswa baru juga sadar diri. Kertas yang sudah diberikan panitia setelah digunakan seharusnya dibuang ke tempatnya,” ujar Bunga.
Bunga juga menyarankan agar panitia menyediakan tempat sampah berukuran besar di sejumlah titik strategis, seperti di sudut-sudut lapangan atau setiap fakultas. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat memudahkan mahasiswa membuang sampah dan membantu menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, salah satu panitia mengungkapkan bahwa belum ada pembahasan khusus mengenai persoalan sampah tersebut dalam evaluasi kegiatan.
“Evaluasi kemungkinan dilakukan pada waktu berikutnya. Namun, sebagai volunteer dan staf, saya belum mengetahui apakah persoalan sampah tersebut telah dibahas oleh pihak internal panitia,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengaku tidak mengetahui adanya divisi khusus yang bertugas memantau kebersihan selama kegiatan.
“Kalau ini aku juga tidak tahu, soalnya aku cuma keamanan. Jadi, jaganya cuma ketertiban dan memantau peserta PBAK yang keluar barisan. Kalau yang khusus memantau kebersihan, aku kurang tahu,” imbuhnya.
Permasalahan sampah dalam pelaksanaan Expo menjadi catatan yang perlu diperhatikan pada kegiatan selanjutnya. Kesadaran mahasiswa untuk menjaga kebersihan perlu berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas kebersihan dan pengawasan dari panitia.
Dengan koordinasi yang lebih baik antara panitia dan peserta, kegiatan PBAK diharapkan dapat berlangsung tidak hanya meriah dan informatif, tetapi juga tertib serta tetap menjaga kebersihan lingkungan kampus.
Reporter: Arneza Anjaneta
Editor: Shinta Tatamilla
