Potret Yuda Agustian sebagai Wisudawan Terbaik Sarjana tingkat Fakultas Tarbiyah dah Keguruan (FTIK) Doc. Khusus
SEMARANG, lpmedukasi.com – Rasa haru, bahagia, dan tidak percaya dirasakan Yuda Agustian, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (S1) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang, setelah menyelesaikan studi dengan predikat Wisudawan Terbaik Fakultas pada prosesi wisuda Program Sarjana (S1) ke-101 periode Agustus 2026, yang berlangsung di Auditorium 2, Kampus 3, Sabtu (22/8/2026). Prestasi tersebut tidak pernah menjadi target khusus sejak awal kuliah. Ia hanya ingin menyelesaikan pendidikan dan membawa kedua orang tuanya menyaksikan dirinya diwisuda.
"Jujur, sampai sekarang masih agak gak percaya. Perasaannya campur aduk banget. Kaget, bahagia, sampai terharu. Aku gak pernah nyangka bisa ada di titik ini," ungkap Yuda.
Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Di tengah kuliah, Yuda harus bekerja untuk membantu memenuhi biaya pendidikan dan sempat berpikir untuk berhenti sementara demi fokus bekerja. Namun, dukungan keluarga, dosen, dan teman-teman membuatnya memilih untuk terus bertahan.
Bagi Yuda, toga bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan representasi dari kerja keras, keterbatasan, proses belajar, serta dukungan orang-orang yang telah menemaninya. Ia meyakini bahwa keterbatasan bukan penghalang, melainkan ruang untuk belajar dan berkembang.
Yuda mengaku tidak memiliki rahasia khusus untuk meraih predikat terbaik. Ia menekankan pentingnya konsistensi, tidak menunda tugas, serta mampu memanfaatkan waktu, termasuk belajar di sela-sela pekerjaan. Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak malu dengan proses yang dijalani karena setiap pengalaman dapat membentuk diri menjadi lebih kuat.
Setelah lulus, Yuda berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 setelah terlebih dahulu memperkuat kondisi finansial melalui pekerjaan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat dibagikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Ke mana pun aku melangkah nanti, aku pengen kehadiranku itu ngasih manfaat buat sekitar, bukan cuma buat diriku sendiri," katanya.
Untuk dirinya sendiri, Yuda berpesan agar terus berjuang, belajar, dan tidak cepat puas. Kepada mahasiswa baru, ia mendorong untuk memanfaatkan berbagai kesempatan melalui organisasi, perlombaan, maupun pengalaman positif lainnya. Sementara itu, kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan studi, ia berpesan untuk tidak mudah menyerah dan terus berusaha serta berdoa.
"Ketika kita usaha sungguh-sungguh, Allah pasti kasih jalan, kadang dari arah yang nggak kita duga sama sekali. Tugas kita cuma berusaha semaksimal mungkin, sambil terus berdoa," pungkasnya.
Perjalanan Yuda menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari keadaan yang sempurna. Keterbatasan, kerja keras, konsistensi, dukungan, dan keberanian untuk terus melangkah justru dapat mengantarkan seseorang pada pencapaian yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.
Reporter: Sabrina Naila Salsabila
Editor: Zidni Rosyidah
