UIN Walisongo Kukuhkan 1.006 Wisudawan, Rektor Tekankan Kemaslahatan Umat

 

Potret Pembukaan Sidang Senat Terbuka Doktor (S3) ke-43, Magister (S2) ke-68, dan Sarjana (S1) ke-101 pada Sabtu (22/08/2026) Doc. LPM Edukasi 

SEMARANG, lpmedukasi.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengukuhkan 1.006 wisudawan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Doktor (S3) ke-43, Magister (S2) ke-68, dan Sarjana (S1) ke-101 periode Agustus 2026. Prosesi wisuda sesi pertama berlangsung di Auditorium 2, Kampus 3, Sabtu (22/8/2026).

Pada sesi pertama, sebanyak 46 wisudawan program Doktor, 72 wisudawan program Magister, dan 888 wisudawan program Sarjana dikukuhkan. Dari jumlah tersebut, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) meluluskan 209 wisudawan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebanyak 463 wisudawan, serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) sebanyak 216 wisudawan. Sementara itu, program Pascasarjana meluluskan 118 wisudawan. Rata-rata IPK wisudawan mencapai 3,76 untuk Doktor, 3,77 untuk Magister, dan 3,72 untuk Sarjana.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan musik dan vokal oleh sejumlah wisudawan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan memasuki ruangan oleh Rektor beserta jajaran pimpinan UIN Walisongo yang diiringi alunan gamelan. Sidang Senat Terbuka kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Hymne dan Mars UIN Walisongo yang dibawakan oleh paduan suara UIN Walisongo.

Salah satu wisudawan berprestasi, Dini Wahyu Ningtias, menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja, tetapi juga membentuk generasi yang mampu menjadi agen perubahan dan membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Dalam sambutannya, Dini juga mendedikasikan pencapaian akademiknya kepada kedua orang tua yang telah memberikan dukungan dan doa selama menempuh pendidikan.

“Gelar sarjana ini sesungguhnya milik ayah dan ibu, bukanlah milik kami. Doakan kami agar senantiasa menjadi anak yang berbakti dan mampu meneruskan perjuangan mulia kalian,” ungkapya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., berpesan agar para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Ia menekankan pentingnya menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai sarana untuk memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Lulusan sarjana, magister, maupun doktor harus menjadi sumber kemaslahatan dan kebaikan. Jangan sampai justru menjadi sumber kemafsadatan dan bencana bagi orang lain,” tegasnya.


Reporter: Anggi Putri Ramadhani (Kru 25)
Editor: Rima Nihayatul Aida

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak