PBAK 2026, Mahasiswa Baru FTIK UIN Walisongo Didorong Menjadi Generasi Unggul dan Berdaya Saing

 

Doc. LPM Edukasi. Semarang, Rabu (19/8/2026)

Semarang, lpmedukasi.com – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang menyambut mahasiswa baru tahun 2026 melalui rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Dalam penyampaian materi Pengenalan Kefakultasan, Sistem Perkuliahan, dan Struktur Birokrasi Fakultas, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag., mengajak mahasiswa baru untuk mempertahankan keunggulan, mengembangkan potensi, serta memanfaatkan masa perkuliahan sebagai bekal menghadapi masa depan.

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menjadi fakultas dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak di UIN Walisongo Semarang. Dari total 4.623 mahasiswa baru, sebanyak 925 mahasiswa tercatat bergabung di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Besarnya jumlah tersebut dinilai menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi mahasiswa. Terlebih, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menjadi salah satu fakultas dengan jumlah pendaftar yang tinggi, sehingga mahasiswa yang diterima disebut sebagai mahasiswa pilihan.

“Keunggulan dan excellence yang sudah dimiliki mahasiswa Fakultas Tarbiyah ini diharapkan tidak hanya terlihat di awal, tetapi juga dalam proses perkuliahan hingga lulus,” ungkapnya.

Namun, ia menegaskan bahwa keunggulan tidak dapat diperoleh secara instan. Prestasi dan keberhasilan membutuhkan perjuangan, usaha, ketekunan, serta kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa keberhasilan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Setiap pencapaian membutuhkan usaha dan perjuangan, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik.

Ia juga mengingatkan mahasiswa mengenai peran generasi muda dalam menentukan masa depan bangsa. Mahasiswa dipandang sebagai calon pemimpin, pemikir, cendekiawan, dan kader bangsa yang memiliki tanggung jawab terhadap kondisi masyarakat di masa mendatang.

“Di tangan mahasiswa-lah persoalan umat dan kemajuan umat berada,” tuturnya.

Selain itu, mahasiswa diminta untuk memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia selama berada di kampus. Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan kemampuan nonakademik sesuai minat dan bakat masing-masing, seperti olahraga, seni, musik, vokal, menulis, hingga berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Menurutnya, kemampuan yang dikembangkan selama menjadi mahasiswa akan tetap memberikan manfaat ketika mahasiswa telah lulus dan terjun ke masyarakat. Bahkan, keterampilan di luar bidang studi dapat menjadi bekal tambahan dalam menghadapi kehidupan profesional.

“Tidak ada alasan mengatakan saya dari jurusan ini sehingga tidak bisa di bidang itu. Sekarang kita sudah berada di program studi yang dipilih, maka tunjukkan bahwa kita mampu,” pesannya.

Dalam penyampaian materi tersebut, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag. juga menyampaikan pentingnya memanfaatkan berbagai kesempatan selama menjalani perkuliahan. Mahasiswa diharapkan dapat menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, mengembangkan potensi diri, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Manfaatkanlah semua kesempatan yang ada,” pesannya kepada mahasiswa baru.


Reporter: Sabrina Naila Salsabila
Editor: Shinta Tatamilla

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak