Kepada yang Menghidupi Tanpa Diingat

 

Ilustrasi perempuan adalah akar. Doc. pinterest.com

Ku sebut ia perempuan

yang penuh kekuatan.

Bukan layaknya bunga

yang cukup dipajang di vas kaca

melainkan sebuah akar

yang menghidupi pohon.                               

 

Ia bekerja di bawah tanah,

jauh dari tepuk tangan dan cahaya

mencengkeram gempuran tanah

menahan hembusan angin

agar tak mudah goyah

meski badai mengguncang.

 

Lalu-lalang manusia

hanya memuji dahannya,

memotret buahnya,

mengukir nama di batang yang tegak,

namun tak ada yang menunduk

menengok pada penyokong utama.

 

Dan akar tak pernah mengeluh.

Bukan karena ia tak lelah

tapi karena ia tahu

menghidupi adalah caranya bersuara

meski tak tampak terang

ia tetap kuat menopang.

 

Maka kepadamu yang tak terlihat,

kepada perempuan-perempuan hebat

yang namanya tak disebut dalam pidato,

ketahuilah:

pohon berdiri karenamu.

 

Biarkan mereka memuji elok bunganya.

Kamu dan aku,

kita sudah lama tahu

akar tak butuh dipuji

untuk tetap hidup.


 Selamat Hari Kartini, 21 April 2026

Hari Kartini bukan sekadar peringatan tahunan. Ia adalah momen untuk kembali mengingat bahwa perjuangan R.A Kartini tidak berhenti pada zamannya, ia terus mengalir, hadir dalam setiap jiwa perempuan untuk terus berjuang.

Kartini tidak berjuang agar perempuan dipuji. Ia berjuang agar perempuan diakui hak-haknya, suaranya, dan keberadaannya sebagai manusia yang utuh. Hari ini, semangat itu masih hidup dalam diri setiap ibu yang mengorbankan tidurnya, setiap perempuan yang bekerja keras tanpa sorak, dan setiap tangan yang menopang orang-orang di sekitarnya tanpa pernah meminta balasan.

Sebagaimana akar yang tidak butuh terlihat untuk terus memberi kehidupan, perempuan Indonesia telah dan akan selalu menjadi kekuatan yang menggerakkan dunia, meski dunia tidak selalu menyadarinya.

Kepada seluruh perempuan, yang terlihat maupun yang tidak, yang dipuji maupun yang terlupakan, kalian adalah alasan mengapa pohon ini masih berdiri. Terima kasih telah memilih untuk tetap kuat.


Penulis: Zidni Rosyidah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak