Mental Health Awareness bagi mahasiswa: Peran Pendidikan dan Dukungan

 


Dok. Google

Apa itu mental health? Menurut World Health Organization (WHO), mental health merupakan keadaan kesejahteraan psikologis yang memungkinkan setiap individu bisa mewujudkan potensi di dalam diri masing-masing didasari motivasi yang kuat untuk meraih kualitas jati diri yang baik. Gangguan kesehatan mental di Indonesia pada masa ini tergolong sangat tinggi. Dalam dunia perguruan tinggi, sering kali terjadi tekanan akademik dan sosial sehingga memicu adanya gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Mental health mengacu pada kesejahteraan kognitif, perilaku, dan emosional.

Masalah mental health khususnya pada remaja terus meningkat, hal ini dibuktikan berdasarkan statistik dari European University Association bahwa 40% mahasiswa di Eropa mengalami gangguan mental. Kesehatan mental memiliki peran sentral bagi mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan kampus. Oleh karena itu, pentingnya perguruan tinggi untuk memberikan edukasi mengenai mental health awareness serta memberikan dukungan yang dibutuhkan mahasiswa untuk menyelesaikan studi mereka.

Pendidikan tentang Kesehatan Mental

1. Workshop dan Seminar

Universitas dapat memberikan fasilitas edukasi kesehatan mental kepada mahasiswa dengan mengadakan workshop atau seminar mengenai mental health awareness. Dengan adanya kegiatan semacam itu dapat membantu mahasiswa untuk mengetahui pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengenal gejala gangguan mental.

2. Materi Online

Pihak kampus menyediakan materi online mengenai mental health awareness berupa artikel, video, atau panduan yang dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa. Dengan adanya platfrom materi online sehingga memudahkan mahasiswa dalam mengakses informasi mengenai kesehatan mental.

Dukungan Aktif

·     1. Layanan Konseling

Universitas menyediakan fasilitas konseling yang dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa baik secara gratis maupun dengan biaya terjangkau. Adanya fasilitas pelayanan konseling mampu membantu mahasiswa untuk mengatasi permasalahan yang dialami sehingga merasa didengar, mendapat dukungan dan solusi yang tepat.

·     2. Lingkungan Dukungan

Mengorganisir lingkungan yang mendukung kesehatan mental, hal ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan akademik dan sosial, dimana mahasiswa dapat berbagi pengalaman dan dukungan dari teman sebaya sehingga mampu menciptakan komunitas yang ramah dan inklusif tanpa mengurangi stresors lingkungan.

·     3. Jaringan Dukungan

Lingkungan perguruan tinggi merupakan tempat yang penuh tekanan baik dari segi akademik, sosial, dan emosional. Universitas harus menjalin jaringan dukungan emosional kepada mahasiswa yang melibatkan staf konseling, dosen, atau rekan-rekan mahasiswa. Tujuannya untuk menciptakan rasa kenyamanan bagi mahasiswa untuk berbicara tentang masalah pribadi yang terjadi sehingga dapat mengenali tanda-tanda masalah kesehatan mental dan memberikan bantuan.

Mengurangi Stigma

1. Kampanye Kesadaran

Melakukan aksi kampanye kesadaran tentang kesehatan mental bersama seluruh komunitas kampus. Tujuannya untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengenali gejala gangguan mental.

2. Cerita Sukses

Melalui bertukar cerita mahasiswa yang telah mengatasi masalah kesehatan mental dapat menginspirasi orang lain.

3. Dukungan Tanpa Hukuman

Mahasiswa dalam mencari bantuan tidak menghadapi konsekuensi negatif misalnya terjadinya diskriminasi atau hukuman.

Mental Health Awareness bagi mahasiswa merupakan salah satu elemen krusial dalam menciptakan lingkungan yang lebih seimbang dan peduli. Pendidikan dan dukungan sangat efektif untuk membantu mahasiswa dalam mengatasi tantangan kesehatan mental sehingga dapat menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang sehat secara mental  dan dapat berkembang dengan baik.


Penulis : Fifi Munasaroh (Kru 2021)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak