Moral Kurang Dijunjung Tinggi Guru Tidak Dihargai

 

Dok. Google

Moral seorang anak bisa menentukan pandangan masyarakat terhadapnya. Jika seorang anak memiliki moral yang positif (baik), maka masyarakat tentu menilainya sebagai orang yang baik. Begitu juga sebaliknya, apabila moral seorang anak negatif (buruk), maka masyarakat juga akan menilai buruk.

Belakangan ini, viral kasus yang ada kaitannya dengan moral. Hal ini karena kurangnya pendidikan moral kepada anak. Beberapa kasus diantaranya, yaitu kasus pembacokan guru, pembakaran sekolah, dan tuntutan siswa kepada guru yang memerintahkan siswa tersebut untuk sholat berjama’ah. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pendidikan moral kepada anak.

Pendidikan moral saat ini kurang diperhatikan. Padahal pendidikan moral bisa dilaksanakan di mana pun dan kapan pun anak berada, misalnya di rumah. Orang tua ketika berada di rumah mempunyai tugas dan peranan penting bagi moral anak. Orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak. Maka dari itu, orang tua harus memperhatikan moral anak sejak dini hingga saat ini. 

Pendidikan moral juga bisa dilakukan di sekolah. Guru di sekolah bukan hanya bertugas sebagai tenaga pengajar, tetapi juga mempunyai peranan penting dalam mendidik moral anak. Seperti yang dikatakan Diman, guru PAI SMPN 3 Boja.

“Guru harus jadi orang yang digugu lan ditiru bukan diguyu lan ditinggal turu”, ungkapnya. 

Banyak siswa zaman sekarang yang beranggapan bahwa guru itu orang yang suka menghukum. Maka dari itu, kita sebagai calon pengajar harus merubah anggapan para siswa tersebut. Guru harus mampu berkomunikasi dengan siswa agar moral bisa terbentuk dan mereka tidak menjauh karena takut dihukum.

Seorang guru harus memperhatikan alasan siswa melakukan kesalahan di sekolah. Guru harus komprehensif dalam menangani siswa yang melakukan kesalahan. Guru bisa menanyakan terlebih dahulu kepada siswa kenapa dia melakukan kesalahan tersebut. Misalnya ada kasus siswa yang terlambat masuk sekolah. Mereka yang terlambat masuk sekolah bisa jadi mempunya alasan yang berbeda-beda. Adakalanya memang terlambat karena main game sampe malam atau ada juga alasan lain, seperti karena harus bangun pagi untuk membantu orang tua menyiapkan dagangan.

Orang tua dan guru harus memiliki visi yang sama dalam mendidik moral anak pada zaman sekarang. Bukannya saling lempar tanggung jawab bahkan menuntut guru yang sudah mempunyai sikap yang benar untuk mendidik moral anak. Baik dan buruknya anak di masyarakat tergantung kepada orang tua dan gurunya. Apabila orang tua dan gurunya tidak memerhatikan tingkah laku dan moral anak, maka masyarakat akan menganggap anak tersebut sebagai orang yang buruk dan tidak beretika.


Penulis : Muhammad Fatih (Mahasiswa FITK)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak