Desas-Desus Kinerja Setengah Periode: Dema-U Enggan Memberi Kejelasan


 Ketua Dema-U
Dok. demauinws.or.id

Semarang, lpmedukasi.com—Belakangan ini banyak mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang menyampaikan kritikan mengenai kinerja Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) melalui cuitan di akun  @uinwsfess. 

Uinwsfess sendiri merupakan  akun twitter yang kerap dipakai oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang sebagai forum untuk mengungkapkan suatu baik kritikan, curhatan, maupun sekedar cuitan gabut secara anonim. 

Pada Rabu(06/04), 21.10 WIB terdapat cuitan akun twitter @uinwsfess yang saat ini menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa. Di situ tertulis 

“Ws! Dema u punya kotak saran kaya di Osis SMA ga si? Di kritik di kasih saran lewat menfes meneng wae koyo wapres india,” salah satu cuitan di akun twitter @uinwsfess.

Di sisi lain berbagai penolakan terhadap isu-isu nasional yang sedang trending saat ini juga kian bergulir. Menyebabkan banyak demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah. Beberapa tuntutan tersebut tentang wacana 3 periode presiden, kelangkaan minyak goreng, kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta wacana kenaikan BBM dan gas LPG 3 kg. 

Namun salah satu cuitan lain di akun @uinwsfess pada Rabu(6/4) pukul 18.03 WIB justru mempertanyakan keberadaan Dema-U dalam beberapa aksi di area Semarang.

“Ws! Yg adain aksi external mulu, green screen gpernah aksi, pak preeesss uwien raono nyali opo buta konflik sosial?,” isi dari tweet akun @uinwsfess.

Beberapa cuitan di twitter tersebut tentunya menjadi tanda tanya besar bagi mahasiswa UIN Walisongo mengenai kinerja Dema-U pada setengah periode ini.

Kemudian tim redaksi mencoba menghubungi langsung pihak terkait, yakni ketua Dema-U. Pertama, tim redaksi mencoba menghubungi melalui WhatsApp untuk mengajak wawancara pada hari Kamis(07/04) dan sampai paginya belum ada balasan. 

Lebih lanjut tim redaksi memutuskan untuk memverifikasi secara langsung ke kantor Dema-U pada hari Jumat(08/04) pukul 10:45 WIB dan tidak ada satupun orang di dalam ruangan Dema-U.

Selanjutnya, kami mencoba untuk mengajak  wawancara online melalui WhatsApp dan dibalas bahwa ia sedang berada di luar, 

“Iya saya masih di luar ih kak,” balasnya saat itu.

Selanjutnya, tim redaksi menawarkan wawancara via panggilan suara WhatsApp. Namun balasan chat dari Ketua DEMA-U sangat slow respon dan bertele-tele. 

Hal itu terlihat dari balasan darinya yang menjadikan webinar yang akan mereka selenggarakan sebagai alasan.

“Kami masih fokus mengkajinya kak. Dan esok juga ada webinar juga soalnya,” balasnya. 

Berselang 1 menit, dia juga memberi keterangan bahwa saat itu dia tidak dapat diwawancarai lebih lanjut terkait desas-desus mahasiswa UIN Walisongo terhadap kinerja lembaganya selama setengah periode ini.

“Mohon waktunya. Nanti kalo bisa diwawancarai Saya kabari kak,” balas Ketua Dema-U pada Sabtu (09/04) pukul 22:16 WIB.

Saat itu kami mencoba menawarkan wawancara lagi via panggilan suara WhatsApp dan hanya di read olehnya.

Pesan terakhir dari kami pada Sabtu(09/04) pukul 22:25 WIB mencoba menawarkan jika dapat melakukan wawancara keesokan harinya, namun sampai berita ini rilis pesan kami belum dilihat sama sakali.

Penulis: Hilya dan Zulfi (Kru Magang) 
Editor: Udin

Posting Komentar

0 Komentar