FITK Adakan Perkuliahan Tatap Muka Tiga Angkatan Meski Virus Omicron Melonjak Naik

Dok. Catur (Kru Edukasi)

Semarang, lpmedukasi.com - Perkuliahan tatap muka secara offline resmi di laksanakan kembali di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, pada 14 Februari hingga 17 Juni 2022 meski kasus Omicron melonjak naik. 

Tidak hanya mahasiswa angkatan 2020 dan 2021, melainkan juga mahasiswa angkatan 2019 yang pelaksanaannya sesuai dengan keputusan Rektor UIN Walisongo Nomor 273 tahun 2021 tentang panduan perkuliahan tatap muka masa kebiasaan baru.

Mahfud Junaidi,Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mengatakan bahwa di semester genap ini akan melaksanakan kembali perkuliahan tatap muka terbatas atau blended learnig walaupun di tengah memanasnya situasi Virus Omicron.

“Kita sudah punya pengalaman ketika semester gasal tahun akademik 2021/2022 dengan model pembelajaran hybrid atau blended learning. Angkatan 2019 juga harus secepatnya belajar secara offline, karena pembelajaran online tersebut kurang efektif. Dosen tidak bisa memantau langsung dan keseriusan mahasiswa juga rendah. Hal itu menentukan kualitas dari mahasiswa itu sendiri,” ujarnya.

Kampus juga melakukan persiapan salah satunya adalah adanya smart class, dan juga tim satgas Covid fakultas untuk mengawasi pembelajaran tatap muka terbatas, terutama dalam kedisiplinan protokol kesehatan (prokes). 

Untuk melakukan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) terbatas semester ini ia mengaku tidak khawatir.

“Kita optimis saja, karena omicron tidak berbahaya. Yang penting semuanya sudah vaksin. Serta waktu perkuliahan diperpendek, jika semester lalu 1 sks itu 50 menit, maka di PTM kali ini menjadi 30 menit per sks-nya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mahfud berharap dengan diadakannya Perkuliahan Tatap Muka mampu membuat sarjana berkualitas. 

“Mutu akademik berarti mutu lulusan, sarjana yang kompeten, sarjana pendidikan yang menguasai bidangnya. Kalau online terus saya khawatir terjadi penurunan mutu.” ungkapnya di akhir wawancara.

Reporter : Hilya dan Dila

Editor : Risma

Posting Komentar

0 Komentar