Kunjungan ke LSQ Ar-Rohmah, Prodi PAI UIN Walisongo Belajar Moderasi dan Toleransi dalam Pendidikan Islam

 

 Dok. LPM Edukasi

Bertempat di Pondok Pesantren  LSQ (Lembaga Studi al-Qur'an) Ar-Rahmah Bantul Yogyakarta, 14 mahasiswa  jurusan Agama Islam UIN Walisongo Semarang adakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) terpisah pada  jumat (10/9). Pengasuh PP LSQ Ar-Rahmah, Prof. KH. Abdul Mustaqim menyambut baik kedatangan para peserta KKL PAI UIN Walisongo.

LSQ Ar-Rahmah dipilih karena dirasa tepat dalam pelaksanaan program ini. Hal ini karena LSQ Ar-Rahmah merupakan lembaga yang memang memiliki konsentrasi dalam bidang pengembangan kajian Al-Qur’an dan Tafsir yang erat kaitannya dengan Pendidikan Agama Islam.

Dalam kesempatan kali ini, KaProdi PAI berhalangan hadir dan digantikan oleh SekProdi.

“Kami benar-benar terimakasih atas diizinkannya kunjungan KKL ini. Sejumlah mahasiswa yang ikut KKL ini sebenarnya berkunjung ke Malaysia dan Brunei Darussalam, akan tetapi dikarenakan pandemi COVID-19 akhirnya dipindah ke Yogyakarta yang tentunya tidak kalah menariknya,” ungkap Kasan Bisri, Sekjur PAI dalam sambutannya.

Prof. Abdul Mustaqim menyampaikan bahwa PP LSQ seringkali menjadi tujuan KKL maupun PPL dari beberapa universitas.  Setelah beberapa sambutan selesai, dilanjut dengan diskusi bertema “Moderasi dan Toleransi dalam Pendidikan Islam”.

Di awal diskusi Prof. Abdul Mustaqim selaku pemateri menceritakan pengalaman bertemu salah seorang Ulama dari Afghanistan yang pernah berkunjung ke LSQ Ar-Rohmah dan mengatakan bahwa Indonesia itu merupakan negara yang sangat dipandang baik oleh negara-negara lain, terutama dalam hal moderasi beragama.

“Pendidikan Islam yang moderat menjadi benteng para peserta didik sebagai bekal membangun pemahaman ajaran Islam yang toleran dan terwujudnya perdamaian. Moderasi beragama dalam Islam bisa diajarkan lewat Pendidikan formal, keluarga, dan di tengah masyarakat,” ucap Prof. Abdul Mustaqim.

Beliau juga mengatakan bahwa mahasiswa PAI harus bisa bersikap moderat agar bisa menjaga otentisitas ajaran Islam dan mendekatkan teks agama dan realitas sehingga agama bisa menjadi solusi tidak sebatas narasi.



Reporter: Syafiq

Editor : Catur

Posting Komentar

0 Komentar