Melihat ISDB, Kompleks Gedung-gedung Baru UIN Walisongo



Penampakan luar tak selalu mewakili apa yang ada di dalamnya. Dari data dokumentasi penulis mulai tanggal 19 - 27 Februari menunjukkan realitas yang semacam itu. Dimana, sarana prasarana pendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) belum memadai. Seperti kurangnya proyektor, tak adanya kursi, dan juga Air Condition (AC) yang baru datang tanggal (27/2)kemarin. Ironisnya pada saat penulis ingin menuju ke kamar mandi yang ada di lantai 2 gedung SOSHUM (19/2), terdapat kamar mandi yang saluran pembuangannya mampet. Dan saat penulis akan pulang, juga terjadi kemacetan di tangga gedung SOSHUM.

Beberapa hal di luar gedung juga belum begitu terurus, terlihat dari data pemotretan nampak rerumputan liar yang tumbuh di pinggir-pinggir jalan maupun samping gedung, bahkan parit juga ditumbuhi rerumputan. Yang tentunya hal ini bisa menghambat jalannya air dan berdampak langsung pada penyumbatan parit karena sampah-sampah tersangkut di rerumputan.

Dimusim penghujan seperti saat ini, sangat merepotkan sekali saat akan ke kampus. Apalagi dengan tak adanya lahan parkir yang memadai, dan juga becek. Lihat saja halaman gedung Syariah dan Rektorat. Yang dijadikan lahan parkir, sedangkan paving yang sudah menempel ditanah hanya selebar sekutar 2 meter untuk pejalan kaki. Dan tentunya keadaan parkir semacam ini membuat halaman gedung menjadi becek dan licin.












Foto dan tulisan: Udin

Posting Komentar

0 Komentar