Parkiran Racana Diguyur Hujan, Berikut Tanggapan Mahasiswa

Dok. Edu/Udin


Semarang, lpmedukasi.com - Kamis, (20/2) hujan deras melanda kecamatan Ngaliyan, tepatnya di area Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Walisongo Semarang. Hujan mengguyur selama sehari tanpa reda. Kejadian itu bermula sejak Rabu petang (19/2), sehingga memengaruhi mobilitas mahasiswa di kampus sampai keesokan harinya.

Penampakan tergambar seperti dalam potret, terlihat jelas kondisi area parkir di sebelah Racana. Atapnya berlubang, dari atap belakang, tengah, dan juga depan. Tampak air menggenangi beberapa titik di tempat parkir, yakni tengah dan belakang parkiran, dan juga membentuk aliran air yang menuju ke arah depan parkiran.

Ani, salah satu mahasiwi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), merasa risih dengan keadaan parkir yang semacam itu.

"Saya merasa terganggu, mengapa dengan musim hujan seperti ini pihak birokrat tidak memperbaiki fasilitas umum, seperti parkiran ini? Kan, ya, ini juga untuk fasilitas mahasiswa, dan kami berhak memiliki parkiran yang layak. Minimal parkiran ya jangan bocor lah," ujarnya pada Kamis (20/2) sore.

Bukan hanya mengenai atap yang ia kritisi, namun juga kondisi lahan parkir.

"Saya pernah hampir tergelincir, karena licinnya paving. Dan juga kondisi paving yang tercecer, tidak menempel kuat di tanah membuat motor saya pecah di bagian depannya. Sebab pernah dulu menabrak paving tersebut," ucapnya sambil menunjuk beberapa paving yang sudah copot pada bagian depan area parkir.

Permasalahan-permasalahan tersebut tentu saja bersinggungan langsung dengan para mahasiswa, karena memang pengguna fasilitas kampus yang paling utama adalah mahasiswa. Bukan hanya Ani yang kecewa akan kondisi area parkir FITK. Hanum, salah satu mahasiswi FITK juga kecewa perihal area parkir ini.

"Saya kecewa dengan fasilitas parkir yang semacam itu, becek karena banyak paving yang tak menempel di tanah. Jadinya ya bikin kotor sepatu, pakaian, dan tentunya membuat kami kurang nyaman jadinya," jelas Hanum lewat pesan suara Whatsapp (23/2).

Hanum merasa kondisi fasilitas parkir semacam itu tak pantas, menunjukkan tak responsifnya pihak yang bersangkutan terkait sarana dan prasarana yang tak layak.

"Untuk kondisi parkir semacam itu sebenarnya kurang pantas, untuk UIN yang sudah mendapat akreditasi A seperti ini. Sebaiknya, kalau ada fasilitas yang rusak ya segera diperbaiki, bukan justru dibiarkan seperti saat ini," tegasnya dalam wawancara.

Penulis : Udin
Editor   : Agung

Posting Komentar

0 Komentar