Penjajah Bertopeng Pribumi

Doc. Internet



Duduk di kursi besar
Memakai Jas kebesaran dan dasi rapi.
Berhati besi dan tak peduli

Gelap
Semua tampak sama di hadapan mereka
Semua bagaikan sampah yang tak berarti
Dibuang dan di campakkan.

Kursi yang engkau duduki
Berderit tajam penuh makna
Berputar seenaknya
Bergerak, seolah menguasai dunia

Padahal kau yang dipilih
Kau yang dipercaya
Tapi, kau pun menghianati

Bayangan kehampaan
Terus menghantui
Sejak dahulu ibu pertiwi ini tak pernah makmur
Sejak dahulu ibu pertiwi ini tak pernah sejahtera
Yang ada hanyalah jeritan rakyat jelata.

Para tikus berdasi yang mengambil hak rakyat
Apakah mereka tak tahu akan dosa?
Menganggap harta adalah tuhan
Menindas, membuang kita seperti sampah
Mereka itu pintar
Namun, tak pernah digunakan dengan benar
Mereka yang lupa akan janji
Yang manis namun kini tak berarti
Mereka hanya diam
Ketika rakyat menangis kelaparan

Mereka yang di Senayan
Tak akan peduli nasib buruh tani
Mereka yang di Senayan
Penjajah yang tak berhati
Bagaikan monster yang mengerikan
Mengambil hak rakyat, memakan uang rakyat.

Miris memang, terjajah di negeri sendiri
inilah negeriku
Dengan bermacam-macam dongeng semu

Ditulis oleh Mega. Penyuka cerpen dan puisi, saat ini tengah menjadi kru Magang LPM edukasi 2019

Posting Komentar

2 Komentar