Sekarat namun Tak Mati

 


Ilustrasi rakyat kesusahan akibat peraturan pemerintah Doc. Pinterest

Ranah yang tak pernah terpikirkan dengan minimnya ekonomi

Kendali diri yang selalu terusik hegemoni

Pajak dan basis hidup yang kian meninggi 

Ego yang mencekik dan ketidak pastian hidup menguliti setiap hari

Menghancurkan jiwa yang kian hari teriris ngeri


Digdaya...

Digdaya itu di agung-agungkan dengan khidmad 

Tidak taunya rakyat mulai sekarat.

Dengan berbagai dalih, mata dan mulut di tutup rapat-rapat.

Meninggalkan tetes air mata yang melesat.

Negeri ini jatuh, pada tingkat melarat.


Negeri yang dulu katanya indah kini hanya sekedar dongeng kesedihan.

Jeritan yang di paksa diam karena kebodohan,

menggentayangi keseluruh sendi pemerintahan.

Adakah....

Adakah kiranya belenggu gelap ini bisa di patahkan?


Penulis: Sov Watin Vikryyah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak