Ranah yang tak pernah terpikirkan dengan minimnya ekonomi
Kendali diri yang selalu terusik hegemoni
Pajak dan basis hidup yang kian meninggi
Ego yang mencekik dan ketidak pastian hidup menguliti setiap hari
Menghancurkan jiwa yang kian hari teriris ngeri
Digdaya...
Digdaya itu diagung-agungkan dengan khidmad
Tidak taunya rakyat mulai sekarat.
Dengan berbagai dalih, mata dan mulut ditutup rapat-rapat.
Meninggalkan tetes air mata yang melesat.
Negeri ini jatuh, pada tingkat melarat.
Negeri yang dulu katanya indah kini hanya sekedar dongeng kesedihan.
Jeritan yang dipaksa diam karena kebodohan,
menggentayangi keseluruh sendi pemerintahan.
Adakah....
Adakah kiranya belenggu gelap ini bisa dipatahkan?
Penulis: Sov Watin Vikryyah
