Ilustrasi nasi hangat. Doc. pinterest.com
Milyar-milyar orang
Juta-juta anak
di luar sana
Dengan ayahnya
Menenteng barang baru
Menapakkan kaki
Di atas sepatu baru
Dari ayah
Sedang di lampu merah
Bocah laki-laki dengan sepeda putih
Mengayuh lirih di tengah klakson
Motor para ayah
Di bawah terik dan debu jalanan,
ia bersenandung lirih
Lagu kecil tentang pulang
Tentang ingatan nasi hangat
Pada banyaknya anak
Bocah itu terpilih bernasib malang
Hidup penuh bekas kasih,
tanpa ayah
Yang hangat menjadi dingin
Yang pecah tak bisa utuh
Yang rapi menjadi lusuh
Yang kosong tak bisa terisi
Ia tumbuh di sela sunyi yang tak bernama,
memikul rindu di punggung hari
Memegang bunda dan mengenang ayah
Penulis: Shihatud Diniyah
Tags
Puisi
