Kecelakaan Berulang di Tanjakan Silayur, Mahasiswa Ngaliyan Turun Aksi

Aliansi Mahasiswa Ngaliyan menggelar mimbar bebas di depan Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (14/04/2026). Doc. LPM Edukasi

SEMARANG, lpmedukasi.com – Aliansi Mahasiswa Ngaliyan yang terdiri atas mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar aksi solidaritas, mimbar bebas, dan konsolidasi terbuka di depan gerbang Kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Selasa (14/04/2026). Aksi ini merupakan respons atas maraknya kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Silayur yang telah menimbulkan banyak korban.

Aksi tersebut turut mengundang partisipasi warga Ngaliyan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keselamatan pengguna jalan. Dalam forum terbuka itu, massa aksi menyampaikan tiga tuntutan kepada Pemerintah Kota Semarang.

Pertama, massa menuntut keterbukaan informasi terkait dugaan praktik pembiaran terhadap kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut pada jam operasional. Kedua, massa mendesak adanya solusi jangka pendek berupa pemasangan portal pembatas kendaraan berat di sepanjang jalur mulai dari Pertigaan Jerakah hingga kawasan BSB. Ketiga, massa menuntut pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan kawasan BSB hingga Mangkang sebagai solusi jangka panjang guna mengurai kepadatan arus lalu lintas.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo Semarang, Muhammad As'ad Hasanudin Affandi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal tuntutan tersebut hingga mendapat respons konkret dari pemerintah.

"Kami mengundang Wali Kota Semarang, Kepala Dinas Perhubungan, serta jajaran kepolisian untuk menanggapi tuntutan ini. Kami akan terus mengawal solusi nyata, bukan hanya hari ini, tetapi juga ke depan bersama mahasiswa dan warga Ngaliyan," ujarnya.

As'ad juga menegaskan bahwa aksi lanjutan akan digelar apabila undangan yang telah disampaikan tidak mendapat tanggapan hingga batas waktu yang ditentukan.

"Aksi lanjutan akan tetap kami lakukan apabila undangan kami tidak dipenuhi hingga Sabtu mendatang," tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta aksi, Fawaid, menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjamin keselamatan mahasiswa dan masyarakat yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

"Jalan ini merupakan akses utama bagi mahasiswa untuk berangkat dan pulang kuliah. Pemerintah harus hadir untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, khususnya mahasiswa dan warga sekitar," ungkapnya.

Aksi ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan keselamatan di jalur Silayur.

Reporter: Devina Rahmawati
Editor: Zidni Rosyidah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak