Ilustrasi kursi kosong saat langit senja, sumber: canva.com
Seusai kepergianmu, dunia terasa hening,
langkahku limbung, kehilangan pegangan.
Ada ruang kosong yang tak tergantikan,
ada rindu yang diam-diam tumbuh, tak pernah usai.
Hari-hari tetap berlalu,
namun bayangmu enggan sirna dari ingatan.
Tawamu masih bergaung lembut,
suaranya seakan menetap, menolak padam.
Dari kehilangan ini aku belajar,
bahwa hidup pun menyimpan perpisahan.
Cinta sejati tak pernah lenyap,
ia menjelma doa, menjelma kenangan.
Kini aku terus melangkah—meski perlahan,
menyertakan namamu dalam setiap harapan.
Sebab aku yakin, jauh di langit sana,
engkau tetap hadir, menjaga dengan kasih yang abadi.
Penulis: Alya Fitria
Tags
Puisi
