Aku datang membawa peta dan berharap
Menyusuri jalan yang telah kupikirkan sempurna
Langit pagi menjanjikan biru
Angin mengantar doa-doa yang yakin
Namun, langkahku tersandung kabut
Jalur yang kupilih runtuh oleh hujan
Gunung menutup wajahnya
Dan senja jatuh sebelum waktunya
Harapanku pudar
Seperti warna langit yang kehilangan sang surya
Aku duduk diam dan kecewa
Menyalahkan jarak, waktu, dan rencana
Alam seakan membisu
Enggan menjawab pintaku yang tergesa
Hingga aku berbalik tanpa niat
Menyusuri arah yang tak pernah kupikirkan
Di sana, cahaya retak dari celah awan
Lembah terbuka seperti rahasia yang disimpan lama
Sungai memantulkan langit yang baru
Lebih tenang, lebih jujur
Bukan seperti yang kuharap
Namun lebih indah dari yang pernah kurancang
Aku pun paham
Tak semua keindahan itu sesuai apa yang dirancang
Terkadang keindahan itu lahir
Saat rencana menyerah pada kebijaksanaan alam-Mu
Penulis: Muhammad Ni'am
