| (ilustrasi edit from canva.com) |
Ia bangun pagi
sebelum cahaya bernama
menjahit mimpi
yang koyak oleh waktu
kopi dingin jadi
saksi mata yang sama
bahwa lelah telah
lebih dulu bertamu
Di kota asing ia
belajar menunda luka
siang penuh beban,
malam digadai asa
langkahnya pendek
namun jalannya terasa tua
dan pulang selalu
ia sebut tujuan
Kos sempit
menyimpan hempus nafasnya
jam berdetak
seperti palu di dada
tubuh terbaring
dan pikiran tetap terjaga
ranjang menjadi
saksi bisu resahnya
Apakah itu tidur,
atau sekadar jatuh diam?
ketika mata
tertutup namun jiwa bekerja
tidur nyenyak
baginya hanyalah jeda
yang hilang di antara
hari ini dan esok
Kapan ia tiba,
tidur yang utuh itu?
Barangkali saat hidup
berhenti menagih
Saat ia cukup
bernapas tanpa cemas
dan malam tak lagi
datang sebagai ancaman
Jika suatu saat ia
benar-benar tenggelam
Mungkin itulah
tidur yang disebut nyenyak
Penulis: Ryan Yuliant