Antusiasme Mahasiswa Berkurang saat Pemilwa, KPM Sebut Tempat Pemilihan Kurang Strategis

 Dok. Redaksi

Semarang, lpmedukasi.com - Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) di UIN Walisongo pada tahun ini resmi diadakan pada Kamis (30/11/2023). Tempat yang dinilai kurang strategis mengundang perhatian banyak kalangan. Lantaran, tempat pemilihan yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) menjadi pemicu turunnya antusias mahasiswa.

KPM menilai bahwa letak pemilihan yang berada di ujung, menjadi sebab kurangnya antusiasme mahasiswa. Pemindahan tempat pemilihan yang awal mulanya akan diadakan di Auditorium 2 Kampus 3, akhirnya menjadi bergeser di GSG sebab adanya Pengukuhan Guru Besar yang berlangsung secara bersamaan.

Salah satu anggota Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM), Sarmila Darma Wijayani, menuturkan penyebab pemindahan lokasi pemilwa ke GSG. 

"Terkait pemindahan tempat juga yang sebelumnya kami di auditorium, dan menjadi lalu-lalang mahasiswa sehingga bisa melihat adanya pemilwa. Namun, karena ada pengukuhan jadi kami pindah di GSG," tutur Sarmila.

Ia juga menambahkan mengenai antusiasme yang berkurang disebabkan karena letak lokasi pemilihan berada di ujung, dan tidak terlalu terlihat oleh lalu-lalang mahasiswa.

"Antusias mahasiswa mungkin sedikit menurun karena tempat pemilihannya yang di ujung, serta tidak terlalu terlihat oleh lalu-lalang mahasiswa juga," lanjutnya.

Tanggapan yang hampir sama pun juga diutarakan oleh salah satu mahasiswa di lokasi pemilihan, Yahya Fakhri Al Husaini dari jurusan Manajemen Pendidikan Islam menerangkan terkait tempat pemilihan yang kurang lebar dan kurang kondusif.

"Selain salah satu penyebabnya adalah UAS, tempatnya yang kecil dan antriannya panjang sekali, menyebabkan pemilwa kali ini kurang kondusif dan kurang mendapat respon positif terhadap antusias mahasiswa", ujar Yahya.

Namun, ada tanggapan berbeda dipaparkan oleh salah satu mahasiswa yang tidak ikut mencoblos, Aurora (nama samaran) mengenai antusias mahasiswa yang menurun tidak dikarenakan UAS ataupun tempatnya kurang strategis.

"Sebetulnya bukan karena UAS atau tempatnya yang berada di pojok, tetapi karena saya pribadi pun tidak tahu calon dan paslonnya siapa, dari mana, dan lain sebagainya. Seandainya datang pun juga mau milih siapa juga tidak tahu, karena memang informasinya kurang untuk prosesnya atau yang lainnya," ucapnya

Lanjutnya, ia mengungkapkan bahwa dirinya pun ingin sekali menyuarakan hak suaranya, tetapi tidak tahu siapa yang harus dipilih setelah berada di lokasi pemilihan.

"Sebenarnya ingin ikut untuk menyuarakan hak suara yang aku punya, tetapi kali ini bukan karena UAS atau tempatnya yang pojok. Melainkan informasinya kurang, bahkan hanya sekilas saja melihat pamflet yang ditempel di sekitar kampus, tetapi tidak tahu nanti siapa yang dipilih setelah di lokasi pemilihan," ucapnya.

Ia pun juga menambahkan terkait pemilwa selanjutnya sebaiknya betul-betul dipersiapkan jauh-jauh hari, serta informasi yang diberikan juga harus jelas.

"Harapan pemilwa selanjutnya betul-betul disiapkan dan direncanakan oleh tim yang berkompeten jauh-jauh hari. Kemudian informasi yang diberikan juga harus jelas, lebih baiknya lagi dipersiapkan satu hari di tempat yang sama untuk kampanye,  sehingga seluruh mahasiswa bisa tahu seutuhnya," tambahnya.

Reporter : Fajar Fahrozi Kurniawan (Kru 2022)
Editor : zul

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak