Tidak Hanya Kenaikan Harga BBM, Demonstran Juga Menuntut 3 Poin Lain

Dok. LPM Edukasi (Nur Khasanah)

Semarang, lpmedukasi.com- Aksi Jawa Tengah Menggugat diikuti dari berbagai gabungan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan Persatuan Buruh yang ada di Kota Semarang. 

Aksi yang terjadi di depan gedung Gubernur Jawa Tengah, Semarang pada Selasa (6/9) dilakukan guna menyatakan 3 tuntutan yang dianggap merugikan masyarakat. 

Beberapa tuntutan tersebut adalah penolakan kenaikan harga  BBM, implementasi pengawalan kekerasan seksual, dan Reforma Agraria yang berkaitan dengan undang-undang masyarakat hukum adat. 

Salah satu perwakilan mahasiswa yang terlibat dalam demonstran, bernama Iqbal Rozaqi mengatakan bahwa demonstrasi ini dilatarbelakangi oleh 3 tuntutan, terutama kenaikan harga BBM yang sangat berdampak besar bagi masyarakat. 

"Sesuai dengan aturan yang diturunkan PP PMII yaitu mahasiswa harus respon isu kenaikan harga BBM di tengah situasi masyarakat yang belum kondusif pasca pandemi," tuturnya. 

Lebih lanjut, dia berharap hasil dari demonstrasi ini adalah pemerintah menurunkan harga BBM. 

"Tetap goals-nya pemerintah menurunkan harga BBM," tambahnya.

Tidak jauh berbeda dengan demonstrasi mahasiswa, para buruh juga menuntut hal yang sama, yaitu kenaikan harga BBM.

“Yang jelas kenaikan BBM dulu, karena kan dampaknya sangat besar,” ujar Danang Sugiarto, demonstran dari Kabupaten Karanganyar.

Selain itu, kenaikan BBM juga dianggap memberatkan masyarakat terutama buruh karena tidak dibarengi dengan kenaikan upah.

“Upah belum naik, BBM sudah naik, barang-barang naik semua,” sambungnya.


Reporter: Kartika (Kru Magang 21)

Editor: Risma



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak