Pandora di Tengah Pandemi

 

Ilustrasi. F02

Dinginnya pagi ini, menusuk tulang

Menghamba pada ingatan

Merasuk dalam penglihatan

Air wajahnya tenang, namun waspada

Di sampingnya permata nan elok menghias ruang

Ranah matanya terbatas dan selalu memanas

Membuat inti air melintas lancar di pipinya

 

Arunika yang dengan tenang menyeret beberapa semburat menghias ruang

Tak merasa bersalah membangunkan pandora yang tersimpan dalam permata

Wajahnya memerah melihat pandora yang memancar

Bukan, ia tak marah

Ada sesuatu yang terpendam dalam pandora

Tapi apa?

 

Sekilas ia melihat kalender di pojok ruang

Hampir semua angkanya terlingkari tinta merah

Bukan, itu bukan hari libur

Ia menghela napas kemudian bicara

Aku menganga, membiarkan kekagetan ini menumpuk dalam diri

Aku tak percaya, aku dengan mudah melupakannya

Aku… Aku bukan orang yang pantas dimaafkan

 

Pandora itu…

Pandora itu berisi rahasia

Rahasia yang membuatku tak bisa memaafkan diriku sendiri

 

Tahun lalu,

Banyak sekali kenangan tercipta

Tertulis rapi dalam diary yang kusimpan di pojok lemari

Hingga pada suatu saat tersiar berita

Pandemi menyebar

Wabah dimana-mana

Semua ketakutan, semua kelimpungan

 

Stok masker tak bisa dinilai cukup

Bahan makanan ludes sebelum terbeli

Si Miskin merana, merintih, menangis karena lapar

Si Kaya tak kalah takut

Semua menunggu,

Menunggu keajaiban dari Sang Maha Kuasa

 

Dokter berusaha semampunya

Rumah sakit semakin membatasi pengunjungnya

Tapi, orang-orang jahat

Mereka bertindak semaunya,

Berpikir bahwa pandemi ini hanya halusinasi belaka

Mereka bertingkah sok tau

Dan membuat hal ini tak layak dianggap tabu

 

Ini bukanlah kenangan terbaik dalam hidupku,

Aku tak ingin mengingatnya, dia pun tak boleh menangis karenanya

Kurentangkan kedua tangan merengkuhnya

Tapi, tembus bagaikan memeluk angin

Kucoba lagi, tetap tembus

Ah, aku lupa tepat di pergantian tahun ini aku sedang diisolasi dan akhirnya harus pergi

Meninggalkan luka pada perempuan yang telah membesarkanku ini


Penulis : Azka Nurfadila

Posting Komentar

0 Komentar