Sempat Berpotensi Ada Provokasi, Massa Aksi Tetap Satu Komando

Doc. Edukasi- Agung/ Demonstran 


Semarang, EdukasiOnline- Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Aliansi Semarang Raya melakukan aksi damai tolak RUU KUHP  di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah. Dimulai dengan Longmarch dari simpang lima menuju kantor, rombongan sambil menyanyikan lagu perjuangan menuju kantor DPRD.

Dalam aksinya, berbagai perwakilan dari 13 universitas menyuarakan orasi. Yakni UNNES, UNDIP, UIN Walisongo, USM, IAIN Salatiga, UNIKA, Udinus, UNISBANK,  UNISSULA, UNWAHAS, POLINES, UNW dan STIE menuntut supaya gubernur Ganjar Pranowo dan ketua DPRD Jawa Tengah menemui massa untuk mendengarkan tuntutan yang diajukan.

Namun di tengah orasi dan upaya membujuk aparat membuka gerbang, terdapat bendera selain bendera indonesia di tengah kerumunan massa. Padahal dalam rencana aksi tidak boleh ada bendera yang berkibar selain bendera merah putih.

"selain merah putih mohon diturunkan, tetap hati-hati terhadap provokasi, kita semua sudah sepakat bahwa aksi hari ini damai. Semua mengantisipasi dan saling menjaga terhadap aktor-aktor provokatif di sekitar kita." seru Cornelius Gea, di Semarang, selasa siang (24/9).

Hal itu diindahakan dan didukung penuh oleh massa, mereka dengan lantang berseru supaya bendera selain bendera merah putih itu segera diturunkan. Iringan sebuah lagu anti provokasi semakin memperkukuh massa suapaya tidak terprovokasi.
"Hati-hati, hati-hati provokasi." ajak lelaki yang memakai baju bergambar wiji tukul tersebut.

Reporter : Fadlul
Penulis : Fadlul
Editor : Fatimatur R.

Posting Komentar

0 Komentar