Semarang, lpmedukasi.com — Suasana berbeda terlihat di pertigaan Pantura Jerakah, Kota Semarang, Selasa (24/2/2026). Di tengah kepadatan lalu lintas jalur Pantura, PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang menggelar aksi demonstrasi bertajuk "Jateng Kelam, Polri Makin Suram: Evaluasi Total Ahmad Luthfi, Copot Listyo Sigit Prabowo" dengan nuansa yang lebih teduh karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
Berbeda dari demonstrasi pada umumnya yang identik dengan orasi berapi-api, massa PMII memilih menyampaikan aspirasi dengan intonasi yang lebih terkendali dan santun. Sebelum memulai aksi, seluruh peserta menggelar doa bersama di lokasi, memohon agar kegiatan berjalan lancar, tertib, dan damai.
Ketua Komisariat PMII UIN Walisongo, Muhammad Yusrul Rizanul M., menjelaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap bulan suci Ramadan. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum untuk menahan diri, termasuk dalam cara berekspresi saat menyampaikan aspirasi.
"Penyampaian orasi kami tidak boleh terlalu lantang. Kami tetap menyuarakan kritik, tapi dengan cara yang lebih santun," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama bulan Ramadan. "Di bulan Ramadan ini, kami ingin suasana tetap adem. Aspirasi tetap kami sampaikan, tapi tanpa ketegangan berlebihan," katanya.
Setelah seluruh rangkaian orasi selesai, para mahasiswa menutup kegiatan dengan aksi sosial: membagikan takjil kepada pengguna jalan di sekitar lokasi aksi. Sejumlah mahasiswa turun ke tepi jalan, menyerahkan paket makanan dan minuman ringan kepada pengendara sepeda motor, sopir truk, hingga pejalan kaki yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Aksi pun berakhir damai — memadukan sikap kritis mahasiswa dengan kelembutan spirit Ramadan.
Editor: Zidni Rosyidah
