LKS-BMh Adakan Seminar Disabilitas; Inspirasi dan Kebersamaan di Balik Pengalaman Komunitas Sahabat Difabel

Dok. LPM Edukasi (Sania)

Semarang, lpmedukasi.com – Dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Lahir ke- 6, Lembaga Kesejahteraan Sosial Berbasis Mahasiswa (LKS-BMh) Jawa Tengah mengadakan Seminar Disabilitas yang bertempat di Gedung Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (23/12). Seminar ini turut dihadiri oleh komunitas Sahabat Difabel Kota Semarang. 

Dalam acara ini, teman-teman disabilitas membagikan pengalaman mereka kepada para peserta seminar yang notabene merupakan remaja dan mahasiswa aktif.

Ariel, salah seorang disabilitas turut membagikan pengalamannya. Gadis dengan segudang prestasi itu mengatakan bahwa ia ikhlas menerima dan mensyukuri apa yang telah ditakdirkan oleh Tuhan terhadapnya.

“Saya tidak bisa melihat dunia ini dari lahir, saya hanya bisa mensyukuri apa yang ada,” ungkapnya.

Ariel juga mengatakan bahwa ia merasa beruntung karena memiliki keluarga dan kerabat yang selalu ada di sampingnya. 

“Saya menjalani kehidupan karena disamping saya ada keluarga dan orang tua yang selalu mendukung saya,” tambahnya.

Noviana Dibyantari selaku founder komunitas Sahabat Difabel Kota Semarang memaparkan bahwa ada hal penting yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan kesetiakawanan sosial, yaitu seseorang haruslah sudah selesai dengan diri mereka terlebih dahulu.

“Kita selesai dengan diri kita sendiri saat kita sudah tidak lagi bersikap egois, saat kita bisa meninggalkan masalah-masalah yang kita hadapi. Ketika kita tidak lagi membawa persoalan-persoalan pribadi kita, semua akan clear, semua akan berjalan dengan ikhlas,” paparnya.

Lebih lanjut, Noviana juga mengatakan bahwa teman-teman disabilitas bukan terlahir karena kesalahan, melainkan seperti kita, bentuk kesempurnaan Tuhan dengan ragam karya ciptaan-Nya. Dengan begitu, kesetiakawanan ada agar kita saling dapat berbagi dan memahami keberhargaan satu sama lainnya. 

"Inilah pentingnya kesetiakawanan. Bagaimana kita puya rasa simpati, empati, dan kepedulian. Pentingnya kesetiakawanan ada disini, ketika suasana ketidaknyamanan diri bisa menjadikan kita semua setara satu sama yang lain,” pungkasnya.


Penulis: Teguh

Editor : zul

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak