Seberapa Optimal Penggunaan E-learning di FITK UIN Walisongo ?

Dok. Internet


Semarang, lpmedukasi.com - Surat keputusan yang diedarkan Bidang Akademik dan Kelembagaan FITK (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan). Pada poin pertama terdapat kalimat yang menyebutkan bahwa perkuliahan dilakukan dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online yang dikoordinasikan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) melalui metode yang disebut dengan E-Learning.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan ketika diwawancarai soal metode dan strategi yang dipakai dalam kuliah online.

“Perkuliahan online saat ini, di era industri 4.0 dapat dilaksanakan dalam berbagai metode dan strategi. Misalnya, perkuliahan online menggunakan E-Learning Walisongo yang sudah disiapkan oleh PTIPD,” Ujar Mahfud Junaedi.

Himbauan oleh Mahfud Junaidi itu sudah diindahkan oleh salah satu dosen FITK,  Ahmad Fahri Yahya. Namun, Ia menuturkan bahwa pelaksanaan E-learning masih belum maksimal. Karna masih terdapat berbagai masalah baik secara teknis maupun nonteknis.

"Sudah ada himbauan dari Wadek I untuk menggunakannya. Tapi karena mahasiswa ada yang tinggal di pelosok sehingga terkendala dengan sinyal. Maka saya lebih memilih tidak menggunakannya. Saya memakai alternatif lain yang jelas tidak membutuhkan koneksi internet yang lebih besar dan pastinya lebih mudah diakses," ujar Fahri.

Soal penerapan E-learning yang belum maksimal juga diungkapakan oleh salah satu mahasiswa FITK prodi PAI
Nazih Kahfi. Ia mengaku selama perkuliahan online diterapkan, belum ada dosen yang menerapkan model E-Learning Walisongo di kelasnya.

“Saat ini belum ada dosen yang menerapkannya. Sebab dosen yang mengajar di kelas saya rata – rata sudah tua. Mungkin beliau kurang memahami penggunaannya atau dikarenakan hal yang lainnya saya kurang paham,” Ungkapnya.

Namun, ia mengaku kelasnya sudah mendapatkan sosialisasi terkait E-Learning dari salah satu dosen. Bahkan, kelasnya sebagai bahan percobaan model E-Learning Walisongo.

“Sebelum terdapat covid-19, tepatnya kalau tidak salah dipertemuan antara dua dan tiga kelasku sempat dibuat uji coba terkait E-Learning Walisongo. Tetapi, kami belum paham betul. Sebab hanya sekali saja.” Tambahnya.

Hal yang cukup mengejutkan malah di uutarkan Iqbal, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) ini mengaku dirinya sama sekali tidak mengetahui E-Learning Walisongo.

“Sama sekali saya tidak tahu. Sebab, tidak ada sosialisasi mengenai hal itu. Kuliah online yang dilaksanakan di kelas saya tidak pernah menyinggung soal E-Learning.” Paparnya.

Penulis: Risma
Editor: Fadlul

Posting Komentar

0 Komentar