Sabda Joni "Kalian boleh salah, tetapi tidak boleh berbeda pemikiran dengan saya!

Dok. Google


"Mari kita buka diskusi pada pagi hari ini dengan membaca Basmalah..." Ucap satu suara di depan untuk memulai jalannya diskusi oleh kelompok 1.

"Maniaacc!!" Joni dengan santuynya masuk sambil memainkan hape dengan game Mobile Legendnya, tanpa peduli dengan kelompok 1 yg sudah duduk di depan.

Setelah Joni duduk dibelakang terdengar suara tanda kemenangan Joni di Lane Of Down kali ini. terlihat tatapan sinis dari semua warga kelas. Joni menanggapi dengan bodo amat.

30 menit berlalu dosen baru masuk dan duduk memperhatikan diskusi yang bagi Joni terlihat lucu, bagaimana tidak lucu, sudah Mahasiswa kok kaya diskusi Anak sekolah.

Saat itu mata kuliah PAI, Joni yang biasanya aktif ketika diskusi agak malas karena menurut beberapa kating, dosen tersebut sangatlah tekstualis tetapi menganjurkan untuk berbicara serta menilai setiap orang yg menanggapi diskusi.

Ada salah satu kawan Joni yang bertanya, "Terkait bencana alam, bagaimanakah sikap kita sebagai umat Muslim menanggapinya?"

Jawaban dari Kelompok 1 sangatlah sederhana sekali, membuat Joni ingin berbicara "Saya kira, terkait bencana alam sebagai manusia sudah seharusnya kita menjaga alam kita agar tetap lestari. Bencana alam seperti banjir, tanah longsor bahkan Tsunami pun ada sebab musababnya.
coba bayangkan dalam sehari saja Indonesia bisa menghsailkan 175.000 Ton perhari, dalam setahun bisa sampai 64 juta Ton, bagaimana tidak terjadi bencana?"

"Seharusnya yang kita bicarakan adalah langkah untuk mencegah hal tersebut, meskipun kecil. Sebagai Ummat Muslim, kita sering mendengar bahwa Kebersihan itu sebagian dari Iman. Tetapi justru perilaku kebanyakan dari kita tidak mencerminkan itu. Saya kira kata ibadah jangan dimaknai sempit dalam hal formalitas saja. Mari kita maknai tidak membuang sampah sembarangan sebagai ibadah, kita memungut sampah sebagai ibadah, dan kita memaknai melawan orang-orang yang memproduksi calon sampah secara massal serta membuat tanah tanah kurang menyerap air karena menebangi hutan dan menjadikan beton-beton sebagai ibadah." Joni menggantung ucapannya.

"Maksudnya?" Moderator langsung menyela.

"Kita sama tau, sampah-sampah yang kita hasilkan kebanyakan adalah sampah plastik sekali pakai yang mana bersumber dari perusahaan-perusahaan atau pabrik-pabrik dan mereka banyak berdiri di atas lahan pertanian, tanah-tanah yang subur dan banyak pohonnua bahkan sampai ke hutan-hutan. mereka mengubah tanah-tanah hijau tersebut menjadi beton-beton yang membuat hilangnya serapan air dalam tanah. Contoh kecil di Gunung Slamet kini berdiri perusahaan-perusahaan yang mengharuskan menggunduli ratusan hektar hutan untuk mendirikannya. ini menyebabkan terjadinya banjir di daerah-daerah sekitar, seperti di beberapa titik di Kotaku bahkan sampai setinggi atap rumah. Jadi saya kira sederhananya kita juga perlu melawan mereka, dalam artian menghentikan hal-hal tersebut karena akan merusak alam yang menyebabkan bencana alam" Tuntas Joni.

Tak ada tanggapan lagi dari yang lain, dan diskusi pun selesai. Bapak Dosen mengabsen serta menanyakan satu persatu, apakah yang tadi disebutkan namanya menanggapi atau tidak. ketika sampai pada giliran Joni, ia tidak bertanya padanya.

Sesudah mengabsen, Dosen memberikan tanggapan atas diskusi tadi, sampai pada pertanyaan terakhir ia berkata. "Pemikiran seperti yang dikatakan temanmu tadi adalah pemikiran liberal dan sekuler. Kita tidak bisa mencegah bencana alam karena itu sudah Takdir dari Allah SWT dan temanmu itu seenaknya saja menafsirkan ibadah, padahal sudah jelas ayat dan hadisnya!"

sepulang kuliah Joni ditegur Riana pacar kesayangannya karena terlalu keluar jalur dalam menanggapi perkuliahan tadi.

"Terus kita mau terima saja Ri? dijejeli dengan doktrin seperti itu?  Aku gak bisa diam saja, sayang. ini menyangkut ideologi kawan-kawan kelas yang masih polos juga, hehe." Jawab Joni santuy.

Minggu berikutnya giliran kelompok 2 yang dikomandoi Joni maju Presentasi, Pak Dosen hari ini masuk tepat waktu. Dengan pakaian serba hitamnya ia membuka diskusi.

"Mari kita mengucap Basmalah untuk membuka diskusi. Sebelum diskusi ada point penting yang ingin saya sampaikan dan perlu kalian camkan..." Seperti biasa dia menggantungkan omongannya membuat yang lain bahkan dosen pun penasaran.

"Bahwa dalam diskusi ini, kaliam harus aktif, salah tidak apa-apa karena kita masih belajar tetapi kalian TIDAK BOLEH BERBEDA PEMIKIRAN DENGAN SAYA!"

Pak Dosen memandang Joni dengan tajam, Joni hanya tertawa dalam hati.

Penulis : Syafiq

Posting Komentar

0 Komentar