![]() |
Potret Amelia Fitriana sebagai Wisudawan Terbaik Sarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Fakultas Tarbiyah dah Keguruan (FTIK) Doc. Redaksi LPM Edukasi |
Semarang, lpmedukasi.com – Amelia Fitriana berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK). Prestasi tersebut menjadi hasil dari konsistensi, kedisiplinan, dan semangat belajarnya selama menjalani masa perkuliahan.
Amelia mengaku merasa lega, senang, dan bangga setelah berhasil menyelesaikan studi sekaligus memperoleh predikat wisudawan terbaik di fakultasnya. Adapun skripsi yang ia ajukan berjudul “Tradisi Barikan dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam (Studi Etnografi Tradisi Barikan Masyarakat Kejawen Desa Giling, Pati)”.
Meski berhasil meraih pencapaian membanggakan, Amelia mengaku tidak pernah menargetkan gelar wisudawan terbaik sejak awal kuliah. Baginya, hal terpenting selama menjadi mahasiswa adalah terus belajar dan menyelesaikan studi dengan baik.
“Jujur, tidak pernah terlintas di benakku bakal menjadi wisudawan terbaik karena aku sadar masih banyak mahasiswa lain yang lebih berpotensi. Jadi, targetku hanya belajar dan lulus. Makanya, ini menjadi kejutan yang sangat tidak kusangka,” ujarnya.
Bagi Amelia, toga bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan lambang perjuangan panjang yang telah dilalui bersama keluarga, khususnya orang tua.
“Toga ini melambangkan hasil perjuangan. Bukan hanya perjuanganku sebagai mahasiswa, tetapi juga perjuangan orang tua yang berhasil menjadikan aku sarjana pertama di keluarga,” ungkapnya.
Selama menyelesaikan studi, Amelia mengaku tantangan terbesarnya adalah berpacu dengan waktu demi mewujudkan target lulus dalam waktu 3,5 tahun. Ia harus membagi fokus antara penyusunan skripsi, program KKN, PLP 2, hingga kondisi dosen pembimbing yang sedang menunaikan ibadah haji.
“Aku sempat merasa tidak mungkin bisa lulus 3,5 tahun, tetapi ternyata semua itu bisa dilewati,” katanya.
Menurut Amelia, salah satu kunci keberhasilannya adalah menjaga konsistensi selama perkuliahan. Ia terbiasa duduk di bangku paling depan agar lebih fokus menerima materi dari dosen dan mengurangi distraksi saat belajar.
“Dari semester satu sampai enam aku sering duduk di depan, meskipun sendirian. Kalau bisa, malah tepat di depan dosen supaya lebih fokus menyerap ilmu,” jelasnya.
Selain aktif selama perkuliahan, Amelia juga selalu meluangkan waktu untuk belajar menjelang ujian maupun berlatih presentasi di sela-sela pekerjaannya.
Setelah resmi menyelesaikan studi, Amelia kini bekerja di sebuah kantor agensi dan memilih jalur edupreneur. Menurutnya, ilmu Pendidikan Agama Islam tidak hanya relevan untuk profesi guru, tetapi juga dapat diterapkan dalam dunia kerja melalui sikap disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran.
“Walaupun hari ini belum rezekinya menjadi guru, nilai dan etika profesi guru tetap aku terapkan di pekerjaanku sekarang,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Amelia menyampaikan harapan untuk dirinya sendiri agar tidak cepat puas dengan pencapaian yang diraih saat ini serta terus berkembang di masa depan. Ia juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan studi.
“Jangan mudah pesimis. Kalian harus yakin kalau kalian bisa. Tunjukkan kemampuan diri kalian dan jangan biarkan rasa malu mengalahkan kalian. Tetap berusaha dan jangan lupa berdoa karena doa itu penting,” pesannya.
