Pembubaran Supporter Lomba Futsal ORSENIK


Dok. Mega (Kru Edukasi) 

Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan keterampilan (ORSENIK) UIN Walisongo Semarang 2021 dengan mengusung tema “Meneguhkan Semangat Berprestasi Untuk Membangun Negeri” resmi dibuka pada tanggal 25 Oktober 2021. Namun, terdapat sedikit permasalahan pada hari ke-4 ORSENIK di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus 3 UIN Waliongo. Yakni terjadinya peristiwa pembubaran masa supporter cabang olahraga futsal.
Salah satu supporter yang berasal dari perwakilan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) ketika diwawancarai tim LPM Edukasi, ia menjelaskan bahwa supporter dari setiap fakultas sudah mengikuti aturan yang berlaku yaitu tidak masuk ke dalam arena pertandingan di GSG. Para supporter berada di luar GSG. 
"Kami hanya menafsirkan aturan yang ada. Di dalam aturan tertulis bahwa supporter dilarang ketika sedang latihan. Oleh karena itu kami dari beberapa fakultas berani menghadirkan supporter karena saat ini sedang bertanding bukan latihan.” Tuturnya.
Kejadian pembubaran masa diduga kuat diawali dengan hadirnya Rektor UIN Walisongo dalam perlombaan futsal putra. Oleh sebab itu peraturan lebih diperketat, salah satunya protokol kesehatan. Namun dari pihak kampus mengaku menemukan adanya gerombolan supporter yang menggunakan alat drum. Hal ini dianggap menyalahi aturan yang telah disepakati antara pihak kampus dan panitia pelaksana universitas. 
Pembubaran masa dilakukan oleh pihak kampus yang diwakili oleh Margono, Kasubag umum universitas yang menyampaikan pemberitahuan kepada setiap koordinator fakultas yang ada di lokasi. Terlihat beberapa fakultas yang hadir, yaitu Fakultas dakwah dan Komunikasi (FDK), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fakultas Ushuludin dan Humaniora (FUHUM), dan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) untuk meniadakan kerumunan supporter.
“Telah disepakati antara pihak kampus dan panitia pelaksana universitas bahwa ORSENIK 2021 berjalan tanpa adanya kerumunan.” Ujar Koordinator pelaksana ORSENIK 2021. 
Ketika ditanya mengenai hasil akhir dari kasus supporter, koordinator pelaksana dari FITK mengatakan permasalahannya sudah selesai. ”Untuk saat ini sudah bisa dikondisikan. Para supporter tidak menyembunyikan drum tidak dibunyikan dan meskipun banyak orang tapi tidak menyanyikan lagu kebanggan.” tambahnya.

Reporter: Catur
Editor : Risma

Posting Komentar

0 Komentar