Pos Terkini

Diberdayakan oleh Blogger.

UKM PIB; Upaya Menyatukan Beda Paham Menjadi Satu

11/01/2018
Dok. Edukasi


Semarang, EdukasiOnline –Menyoal tentang Peraturan Menteri Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) nomor 55 tahun 2018, Suparman selaku Wakir Rektor III UIN Walisongo Semarang angkat bicara. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang dulunya dilarang masuk ke kampus, sekarang akan diperbolehkan masuk dan dijadikan satu, dengan nama Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB). “Saya belum bisa berpretensi apakah ini tidak justru mengebiri kebebasan mereka dalam berekspresi? Karena saya kira ketika hal-hal macam itu dipaksa dipadu-padankan menjadi satu, biasanya kurang ekspresiunis”, jelas lelaki tersebut di ruang kerjanya.

Seperti yang diketahui, OKP yang berkembang di wilayah UIN Walisongo diantaranya: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), dan lainnya memiliki ideologi dan pemahaman pergerakan yang berbeda-beda. “Jika mereka dijadikan satu ya memang berat”, keluh Suparman.

Perbedaan yang belum tentu semua anggota OKP memahami ini lah yang menjadi tugas besar, dimana sampai sekarang belum dipahami secara penuh. Hal ini yang disayangkan oleh Suparman ketika Permenristekdikti 55/2018 benar-benar berlangsung di wilayah UIN Walisongo. “Harusnya mereka mengetahui perbedaan diantara masing-masing OKP terlebih dahulu, setelah perbedaan saling dipahami dan dimengerti, maka marilah bersatu untuk menjalankan dan mengembangkan kehidupan dalam bernegara dan beragama. Saya kira itu lebih tepat untuk saat ini”, terangnya.

Kemudian saat disinggung perihal tujuan dibentuknya UKM PIB adalah untuk menekan paham radikalisme dan intoleran di dalam kampus, dengan lantang Suparman menjawab bahwa ia setuju. Namun kembali lagi ia menekankan bahwa setiap OKP memiliki penafsiran pemikiran yang berbeda. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar UKM PIB selalu dibimbing dan dibina demi tujuan yang satu. “Dalam arti untuk memperbesar semangat persatuan NKRI, karena NKRI adalah milik kita bersama”, tandasnya. (Edu_On/Nil)