Doc. Internet


Aku adalah sepasang kursi kayu
Mengeropos ditempa waktu, kokoh menerjang masa
Aku adalah sepasang kursi kayu
Sepasang muda- mudi memilinku, menaruhku di pelataran
Aku mendengar denting cangkir kopi beradu dengan secangkir teh,
Kepulan asapnya, dan aroma tawa yang pekat

Aku adalah sepasang kursi kayu
Aku melihat musim melewatiku
Aku mendengar tangis mungil, hingga dia berlarian
Dan mendewasa

Aku adalah sepasang kursi kayu
Aku mendengar setiap pertengkaran, tawa dan tangis
Yang hangat di telingaku
Aku melihat rambut tuanku memutih, diterpa waktu

Aku adalah sepasang kursi kayu
Aku melihat bagaimana tuanku ditinggal,
Dan dia tersenyum dalam tangisnya
Sambil berkata “Sesungguhnya hati kita masih bersama”

Aku adalah sepasang kursi kayu
Hingga seorang menepuk bahuku
Dan mataku terputus dari sosokmu
Terhapuskan semua mimpiku.

Karya : Nadh~ ( Kru Magang LPM Edukasi 2018 )
Share To:

Edukasi Online

Post A Comment: