Darurat Curanmor, Dema Adakan Survei

Doc. Edu


Semarang, EdukasiOnline-- Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) adakan survei dan pendataan kasus pencurian motor yang terjadi di UIN Walisongo. Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI) Dema UIN Walisongo mengadakan survei tersebut terkait maraknya  kasus  pencurian motor yang menggemparkan area kampus  terutama area kampus I dan II. Dema  meminta pada seluruh mahasiswa yang mengetahui adanya pencurian motor di kampus untuk mengisi data. Mahasiswa dimohon untuk  memberikan keterangan mengenai merk motor, nomor plat, waktu  dan tempat kehilangan motor.  Data tersebut nantinya akan diberikan pada pimpinan birokrasi agar selanjutnya bisa diadakan audiensi. “ Pendataan ini bertujuan agar mendapatkaan bukti valid , sehingga bisa jadi bukti kuat saat audiensi” terang Ahmad Sajidin, selaku wakil ketua Dema ”. Tidak hanya itu, Dema  juga memberikan ruang  bagi  mahasiswa  untuk  menyampaikan aspirasi terutama terkait keamanan kampus.

Berdasarkan hasil survey sementara yang dilakukan sejak 11 Mei 2018 Pukul 15.00 WIB sampai pada hari Rabu, 16 Mei 2018 pukul 19.00 WIB, terhitung 6 kasus pencurian motor yang terjadi sejak Maret hingga Mei 2018.  Sedangkan total  data pencurian yang  masuk sejak bulan Agustus 2017  hingga Mei 2018 adalah 9 kasus. Laporan  tersebut  belum dipastikan lengkap dan menyeluruh, karena adanya kemungkinan kasus kehilangan motor yang belum tertulis dalam data ini. Survei tersebut mendapatkan responden sejumlah 1.055 mahasiswa/i secara umum.

Menurut Survei didapatkan 50,2 % responden dari keseluruhan jumlah  menilai bahwa kondisi kemanan di UIN Walisongo tidak aman. Sedangkan 85,9%  responden mengaku “Tidak” mendapat  fasilitas memadai dan jaminan keamanan sepeda motor .

Dema UIN Walisongo juga berusaha menampung aspirasi  mahasiswa terkait  keamanan  kampus.  Saran- saran tersebut ditampung dan terangkum dalam poin-poin di bawah ini:
a. Barrier Gate harus secepatnya dipasang untuk meminimalisir adanya pihak luar yang masuk kedalam kampus tanpa kepentingan yang berkaitan dengan kampus.
b.   Pengadaan CCTV secara maksimal, yang dipasang disetiap sudut kampus yang rawan dengan pencurian sepeda motor, khususnya dalam area parkir, gerbang kampus dan sekitar ruang kelas perkuliahan.
c.   Adanya  petugas  khusus  yang  mengawasi  CCTV  sehingga  dapat  menekan adanya tindakan pencurian.
d.   Perbanyak petugas keamanan (satpam) dan petugas parkir.
e.   Meningkatkan kedisiplinan di semua elemen kampus, mulai mahasiswa, dosen, tenaga administrasi/ pegawai untuk dapat mematuhi peraturan kampus dengan memberikan sanksi yang tegas.
f.     Tindakan preventif tidak hanya dilakukan saat terjadi kehilangan motor saja, tindakan sesuai dengan opsi diatas dapat dilakukan secara terus menerus dan menjadikannya  sebagai   sistem   yang  mengakar  di  UIN  Walisongo   guna mencapai visi dan misi Universitas.
g.   Menjalin kerjasama dengan pihak yang berwajib untuk mempercepat tindakan apabila terjadi tindak pidana pencurian.
h.   Adanya  asuransi  kehilangan/  memberikan  dana  bantuan  pergantian  sebagai wujud tanggung jawab dan meringankan beban korban sebelum adanya CCTV dan Barrier Gate.
Reporter : Nia dan Iftah



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.