Header Ads

Breaking News

Aksi Solidaritas PPMI DK Semarang

Dua mahasiswa melakukan aksi pada Selasa (23/5) kemarin saat aksi menuntut pembebasan reporter LPM BOM  Medan (doc. Edu/ziz)

Semarang, EdukasiOnline -- Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota (DK) Semarang menggelar aksi solidaritas, Selasa pagi (23/5) di depan kantor Mapolda Jateng.
Tuntutan yang diajukan yakni berupa permohonan pelindungan dan pengalawan untuk membebaskan dua reporter Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bursa Obrolan Mahasiswa (BOM) Institut Teknologi Medan (ITM) Fadel Muhammad Harahap dan Fikri Arif kepada Polrestabes dan Dewan Pers Medan.
"Bagi kami, aksi solidaritas ini merupakan buah bentuk tanggung jawab moral sesama PPMI," kata Sekjen PPMI DK Semarang Ahmad Amiruddin saat menyampaikan orasi.

Ada tiga hal yang menjadi tuntutan dalam aksi yakni, Pertama, Polrestabes Medan segera membebaskan reporter LPM BOM yang ditangkap saat melakukan tugas peliputan. Kedua, Dewan Pers melindungi dan/atau mengawal sengketa pers yang dialami oleh Pers Mahasiswa Indonesia pada umumnya, dan LPM BOM pada khususnya.  Ketiga, Kapolri menjatuhkan sanksi kepada oknum Polrestabes Medan yang telah mengintimindasi sejumlah mahasiswa di Medan.

Karo SDM Polda Jateng Subiyanto menanggapi, akan menyampaikan aspirasi PPMI DK Semarang ke Kapolda yang akan diproyeksikan ke Poltabes Medan.  "Akan kami sampaikan ke Kapolda, dan beliau (Kapolda Jateng) yang akan ke Medan, karena itu adalah wewenang beliau, saya hanya mewakili" ujarnya. Subiyanto juga bangga atas kedatangan aksi solidaritas PPMI DK Semarang.
"Kami mengapresiasi aksi ini, karena sesuai dengan koridor menyampaikan pendapat dan dapat dilaksanakan dengan baik, " tambahnya saat menemui aksi di depan kantor Mapolda Jateng.

LPM yg tergabung dalam aksi, yakni LPM dari Universitas Islam Negeri Islam (UIN) Walisongo yakni Edukasi dan Frekuensi. LPM Menteng (Unwahas), LPM dari Universitas Diponegoro (Undip) yakni LPM Hayam Wuruk, LPM Manunggal, LPM Opini, LPM Edent, dan Gema Keadilan.
Serta Suprema (Unisula), Uninews (Unimus) dan Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (Unnes). (Edu_On/Riz)

No comments